Minyak uji $95
Jakarta, Strategydesk - Minyak menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan terakhir berkat indikasi Eropa akan mencapai ksepekatan dengan Yunani menenai paket penyelamatan dan negara itu membatalkan rencana referendum.
Perdana Menteri Yunani George Papandreou membatalkan rencana itu di tengah laporan ia membuat kesepakatan dengan para menterinya untuk mengundurkan diri dan mengalihkan kekuasaan ke koalisi bila mereka membantu lolos dari voting kepercayaan hari ini.
Minyak juga naik setelah keputusan ECB yang memangkas suku bunganya. ECB menurunkan rate-nya sebesar 25 bps menjadi 1,25% untuk menenangkan pasar. Presiden baru Mario Draghi, menggantikan Jean-Claude Trichet yang pensiun, mengatakan zona euro menghadapi ketidakpastian tinggi dan perlambatan ekonomi.
Uni Eropa mencatat 16% permintaan minyak dunia pada 2010, menurut data BP Plc. AS adalah konsumen energi terbesar dunia, dengan menyerap 19,1 juta barel per hari, atau 21% konsumsi dunia.
Pada jam 17:31 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember naik 59 sen ke $94,66 per barel. Kontrak itu sempat menyentuh $94,93 tertinggi sejak 2 Agustus lalu. Bila sentimen pasar tetap positif, harga bisa menembus $95. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama melonjak $1,28 jadi $112,11 per barel.
Sembari mewaspadai perkembangan di Yunani, yang akan menggelar voting kepercayaan di parlemen untuk menentukan nasib Papandreou, pasar menantikan data ketenagakerjaan AS. Payroll diperkidakan bertambah sebanyak 95.000 bulan lalu setelah meningkat 103.000 bulan sebelumnya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



