Minyak turun, Timteng masih support

Tanggal November 30, 2011 / 1:28 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategdydesk - Minyak turun hari ini karena data yang memperlihatkan kenaikan cadangan minyak AS, setelah kemarin berhasil menembus lagi level $100 per barel. Namun, faktor geopolitik masih menjadi penopang harga.

American Petroleum Institute (API) semalam melaporkan cadangan minyak bertambah sebanyak 3,44 juta barel minggu lalu. Sedangkan cadangan bensin turun 173.000 barel dan cadangan distillate naik 1,4 juta barel. Cadangan minyak di Cushing, Oklahoma, terminal pengiriman minyak jenis Light Sweet, turun 426.000 barel jadi 32,3 juta barel.

Data itu menimbulkan ekspektasi laporan versi Energy Information Administration (EIA), Lembaga di bawah naungan Departemen Energi AS, nanti malam juga memperlihatkan kenaikan cadangan minyak yang substansial. Data API didapat dari operator atau perusahaan secara sukarela. Sedangkan pemerintah mewajibkan laporan itu dikumpulkan dalam survei mingguan. Tapi kedua data bergerak dalam satu arah 71% selama 10 tahun terakhir.

Minyak sempat berhasil menembus $100 berkat data yang memperlihatkan sentimen konsumen AS naik tajam ke 56,0 di Nopember dari 40,9 bulan sebelumnya. Faktor lain yang mendorong harga, dan kemungkinan masih dapat menjadi support, adalah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Barat. Mahasiswa Iran menggeruduk kedutaan besar Inggris di Teheran, memprotes sanksi baru yang diberlakukan London.

Di Suriah, gejolak politik semakin panas, di mana Presiden Bashar al-Assad mendapat kecaman dunia internasional karena dianggap melakukan represi terhadap demonstran. Pada jam 13:15 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Januari turun 34 sen ke $99,45 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama koreksi 11 sen jadi $110,71 per barel.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account