Minyak turun tajam, Yunani jadi fokus
Jakarta, Strategydesk - Minyak turun tajam hari ini karena kekhawatiran Yunani akan gagal mendapatkan bailout kedua dan berdampak ke permintaan minyak di zona euro.
Koalisi Yunani harus mengatakan ke Uni Eropa hari ini apakah menerima persyaratan ketat dari bailout senilai 130 miliar euro dalam rangka menghindari default berantakan. Para pemimpin Yunani harus menyediakan jawaban atas tuntutan dari Uni Eropa, ECB dan IMF mengenai langkah-langkah penghematan, termasuk pemotongan upah.
Di sisi lain, negosiasi antara Yunani dan kreditor swasta mengenai restrukturisasi belum juga tuntas. Meski para pejabat Eropa mengatakan proses negosiasi berjalan baik dan kesepakatan hampir dicapai, belum ada keputusan resmi. Berita terakhir menyebutkan pemotongan utang bisa mencapai 70% dan bunga obligasi baru nantinya 3,6%.
Pada jam 18:26 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Maret anjlok $1,03 ke $96,81 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama turun 62 sen jadi $113,96 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



