Minyak turun karena API, Eropa

Tanggal November 16, 2011 / 2:11 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak turun hari ini setelah ada laporan yang memperlihatkan cadangan minyak AS di luar dugaan naik minggu lalu, mengindikasikan permintaan berkurang.

American Petroleum Institute (API) semalam mengumumkan cadangan minyak bertambah 1,3 juta barel minggu lalu. Tapi cadangan bensin turun 2,9 juta barel dan distillate berkurang 2,6 juta barel.

Pasar kini menantikan data cadangan versi Energy Information Administration (EIA). Lembaga di bawah naungan Departemen Energi AS, akan mengumumkan data versinya malam nanti. Data API didapat dari operator atau perusahaan secara sukarela. Sedangkan pemerintah mewajibkan laporan itu dikumpulkan dalam survei mingguan. Tapi kedua data bergerak dalam satu arah 71% selama 10 tahun terakhir.

Minyak juga turun karena kenaikan yield obligasi beberapa negara Eropa memicu kecemasan krisis utang semakin menyebar. Obligasi Italia bertenor 10 tahun naik ke 7,089%, menembus 7% untuk pertama kalinya sejak Jumat lalu. Yield obligasi Spanyol juga menanjak, meski belum mencapai 7%. Tapi kenaikan itu menambah ketakutan akan semakin banyak negara Eropa terjerat krisis utang. Yield obligasi Perancis, Belgia, dan Austria ikut naik, mengindikasikan ketakutan pasar akan kemampuan pemerintah membayar utangnya.

Di tengah kondisi itu, dollar menguat, menambah tekanan ke minyak. Pada jam 13:57 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember turun 84 sen ke $98,53 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama tergelincir 68 sen jadi $111,50 per barel.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account