Minyak turun jelang OPEC
Jakarta, Strategydesk - Minyak turun hari ini, tapi masih bergerak dekat $100 per barel di tengah ekspektasi OPEC akan mempertahankan kuota outputnya.
OPEC dijadwalkan bertemu di Wina, Austria hari ini di tengah perlambatan ekonomi global yang terancam oleh kenaikan harga energi. Grup 12 negara produsen minyak itu juga akan berupaya mencegah tersedaknya pasokan karena produksi minyak Libya diperkirakan baru bisa pulih pertengahan tahun depan.
Selama ini, OPEC menerapkan kuota sebesar 25 juta barel per hari selama tiga tahun ini. Tapi menurut International Energy Agency (IEA) kelompok itu ternyata memproduksi 30 juta barel bulan lalu karena Arab Saudi menambah output meski di saat Libya berupaya menggenjot produksi kembali ke level sebelum konflik.
Minyak naik tajam kemarin setelah pejabat Iran mengumumkan rencana menggelar latihan militer dekat Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi 30% output minyak dunia. Iran pernah mengatakan siap membalas bila Eropa memberlakukan sanksi atas program nuklirnya.
Menurut analis, ketegangan di Timur Tengah menjadi support yang kuat untuk minyak dan setiap perkembangan dari sana berpotensi menggerakkan harga. Iran diberitakan menolak permintaan AS untuk mengembalikan pesawat nirawak yang disitanya bahkan menuntut musuh bebuyutannya itu agar minta maaf karena melanggar wilayahnya.
American Petroleum Institute (API) semalam melaporkan cadangan minyak bertambah 462.000 barel minggu lalu, melawan prediksi naik 2,0 juta barel. Sedangkan cadangan bensin turun 12.000 barel dan distillate meningkat 1,2 juta barel.
Pasar kini menantikan data cadangan versi Energy Information Administration (EIA), lembaga di bawah naungan Departemen Energi AS, Data API didapat dari operator atau perusahaan secara sukarela. Sedangkan pemerintah mewajibkan laporan itu dikumpulkan dalam survei mingguan. Tapi kedua data bergerak dalam satu arah 71% selama 10 tahun terakhir.
Pada jam 13:30 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Januari turun 27 sen ke $99,87 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama merosot 31 sen jadi $109,19 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



