Minyak tersendat di $75
Jakarta, Strategydesk - Minyak tersendat di $75 per barel karena data PDB yang lebih buruk dari prediksi meningkatkan kecemasan mengenai prospek permintaan di konsumen energy terbesar ketiga dunia itu.
Pada jam 15:00 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman bulan September turun 1 sen ke $75,38 per barel dalam perdagangan elektronik di NYMEX. Harga sempat mendekati $76 berkat bargain hunting yang memanfaatkan kejatuhan harga yang cukup tajam. Namun, data PDB Jepang menghambat lajunya. Data itu juga mendorong risk aversion dan menekan saham regional.
Minyak telah anjlok dari 81 dolar per barel di penutupan minggu lalu di tengah kekhawatiran investor atas pertumbuhan ekonomi dunia tidak sesuai yang diharapkan.
Figur pertumbuhan dari jepang menambah beban untuk momentum pertumbuhan global. GDP Jepang di kuartal ke 2 hanya mencapai 0,1% diluar ekspektasi pasar. Akibatnya konsumsi minyak negara tersebut juga menurun. Hal ini menambah kekhawatiran investor dunia atas perbaikan ekonomi global.
Selain perlambatan terjadi di jepang, China pun mengalami hal yang serupa. Indikator terakhir menunjukkan PDB China di kuartal ke 2 mengalami perlambatan
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak turun jelang data API
- Minyak turun tajam, Yunani jadi fokus
- Minyak naik, payroll dinantikan
- Data EIA tekan minyak
- Minyak diangkat Iran, data China
- Data Jepang angkat minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Keputusan the Fed dorong minyak
- Minyak sideway, di bawah $100
- Faktor Timteng Angkat Minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Minyak turun ke bawah $100
- Rencana IMF, data AS dorong minyak
- Pernyataan Iran, Saudi dongkrak minyak
- Masalah downgrade Eropa tekan laju minyak



