Minyak tersendat di $75

Tanggal August 16, 2010 / 3:18 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak tersendat di $75 per barel karena data PDB yang lebih buruk dari prediksi meningkatkan kecemasan mengenai prospek permintaan di konsumen energy terbesar ketiga dunia itu.

Pada jam 15:00 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman bulan September turun 1 sen ke $75,38 per barel dalam perdagangan elektronik di NYMEX. Harga sempat mendekati $76 berkat bargain hunting yang memanfaatkan kejatuhan harga yang cukup tajam. Namun, data PDB Jepang menghambat lajunya. Data itu juga mendorong risk aversion dan menekan saham regional.

Minyak telah anjlok dari 81 dolar per barel di penutupan minggu lalu di tengah kekhawatiran investor atas pertumbuhan ekonomi dunia tidak sesuai yang diharapkan.

Figur pertumbuhan dari jepang menambah beban untuk momentum pertumbuhan global. GDP Jepang di kuartal ke 2 hanya mencapai 0,1% diluar ekspektasi pasar. Akibatnya konsumsi minyak negara tersebut juga menurun. Hal ini menambah kekhawatiran investor dunia atas perbaikan ekonomi global.

Selain perlambatan  terjadi di jepang, China pun mengalami hal yang serupa. Indikator terakhir menunjukkan PDB China di kuartal ke 2 mengalami perlambatan

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account