Minyak terkoreksi dari $75

Tanggal August 30, 2010 / 3:07 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak terkoreksi setelah berhasil rally ke atas $75. Penguatan ini terkait dengan pidato ketua The Fed Ketua the Fed Ben Bernanke yang turut mendorong pasar saham Asia.

Bernanke menegaskan kesiapan The Fed untuk mengambil langkah lebih lanjut jika diperlukan untuk memacu perekonomian. Selain itu, saham jepang melonjak lebih dari 3% sementara yen jatuh sebagaimana Bank Jepang mengadakan pertemuan darurat untuk menahan kenaikan yen yang beresiko terhadap perekonomian jepang.

Minyak juga disinyalir akan mengalami penguatan selama 2 bulan berikutnya akibat dari pasar saham asia yang baik serta aktivitas badai di Samudra Atlantik. Kenaikan diperkirakan dapat mencapai $80. Sementara itu  stimulus dapat mendukung pasar dengan baik akan tetapi untuk menggerakkan harga menjadi $85 atau $90 masih meragukan.

Selain itu,komoditas lainnya juga mengalami kenaikan yang tajam pada hari Jumat, akibat dari revisi PDB AS yang tidak separah yang diperkirakan. Pertumbuhan produk domestik bruto US untuk kuartal kedua turun menjadi hanya 1,6 persen, dari 2,4 persen sesuai yang dilaporkan Departemen Perdagangan.

Banyak ekonom telah memperkirakan revisi ke bawah lebih besar untuk pertumbuhan 1,4 persen, dibandingkan dengan 3,7 persen pada kuartal pertama. Tapi sebagian besar masih tidak percaya ekonomi akan bergeser kembali ke resesi dan mengatakan bahwa prospek yang paling mungkin adalah perekonomian akan berjalan dengan lambat.

Pada jam 14:41 WIB, minyak untuk pengiriman Oktober  turun 25 sen menjadi $ 74,92 per barel, setelah sebelumnya mendekati puncak yang dicapai Jumat lalu, di $ 75,59. Minyak naik 2,5 persen pada Jumat setelah pidato Bernanke yang menenangkan kekhawatiran dari sebuah resesi double-dip.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account