Minyak terjungkal ke $72

Tanggal August 24, 2010 / 5:32 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak terjungkal lagi hari ini, mencatat kejatuhan untuk kelima sesi berturut-turut, di tengah kejatuhan saham dan kecemasan mengenai kondisi ekonomi global.

Ditambah dengan penguatan dollar, yang mengurangi daya tarik minyak. Gelombang risk aversion di tengah minimnya katalis positif menjadi faktor yang menjatuhkan  saham dan mengangkat greenback.

Minyak juga tergelincir ke level terendah dalam 7 minggu terakhir karena spekulasi cadangan minyak dan BBM meningkat minggu lalu akibat lesunya permintaan.Pasar akan mencermati data cadangan energy versi American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA). Meski data EIA yang menjadi acuan, data API kadang juga mempengaruhi sentimen pasar.

Data EIA diperkirakan akan menunjukan cadangan minyak bertambah 800.000 barel minggu lalu. Bila angkanya lebih besar dari prediksi, minyak terancam ke bawah $71 per barel.

Pada jam 17:15 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman September turun 88 sen menjadi $72,22 per barel dalam perdagangan elektronik di NYMEX.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account