Minyak terjungkal ke $72
Jakarta, Strategydesk - Minyak terjungkal lagi hari ini, mencatat kejatuhan untuk kelima sesi berturut-turut, di tengah kejatuhan saham dan kecemasan mengenai kondisi ekonomi global.
Ditambah dengan penguatan dollar, yang mengurangi daya tarik minyak. Gelombang risk aversion di tengah minimnya katalis positif menjadi faktor yang menjatuhkan saham dan mengangkat greenback.
Minyak juga tergelincir ke level terendah dalam 7 minggu terakhir karena spekulasi cadangan minyak dan BBM meningkat minggu lalu akibat lesunya permintaan.Pasar akan mencermati data cadangan energy versi American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA). Meski data EIA yang menjadi acuan, data API kadang juga mempengaruhi sentimen pasar.
Data EIA diperkirakan akan menunjukan cadangan minyak bertambah 800.000 barel minggu lalu. Bila angkanya lebih besar dari prediksi, minyak terancam ke bawah $71 per barel.
Pada jam 17:15 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman September turun 88 sen menjadi $72,22 per barel dalam perdagangan elektronik di NYMEX.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak turun jelang data API
- Minyak turun tajam, Yunani jadi fokus
- Minyak naik, payroll dinantikan
- Data EIA tekan minyak
- Minyak diangkat Iran, data China
- Data Jepang angkat minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Keputusan the Fed dorong minyak
- Minyak sideway, di bawah $100
- Faktor Timteng Angkat Minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Minyak turun ke bawah $100
- Rencana IMF, data AS dorong minyak
- Pernyataan Iran, Saudi dongkrak minyak
- Masalah downgrade Eropa tekan laju minyak



