Minyak tembus $96

Tanggal November 08, 2011 / 4:25 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak tembus level tertinggi dalam tiga bulan terakhir hari ini, melanjutkan rally 27% selama sebulan terakhir berkat indikasi berkurangnya stok, yang menutupi kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa.

Minyak naik setelah data menunjukkan stok minyak di Cushing, Oklahoma, terminal pengiriman minyak jenis Light Sweet, turun 4,4%, menurut data dari DigitalGlobe. Harag ettap naik meski ada kecemasan mengenai gejolak politik di Italia. yang datang menyusul kisruh politik Yunani, dan dikhawatirkan dapat memperburuk krisis utang. Sebagai ekonomi terbesar ketiga Eropa, efek domino yang ditimbulkan bila sampai Italia bangkrut ditakutkan jauh lebih besar dari Yunani.

Faktor lain yang mengangkat minyak adalah ekspektasi laporan International Atomic Energy Agency (IAEA) minggu ini akan menyimpulkan untuk pertama kalinya bahwa Iran sedang menuju pembuatan senjata nuklir.

Iran adalah produsen minyak terbesar kedua di OPEC dan laporan ini diperkirakan akan menambah risiko geopolitik pada minyak. Barat menuduh Iran sedang mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang dibantah Iran dengan mengatakan nuklirnya hanya untuk tujuan damai, yaitu memproduksi listrik.

Dengan kenaikan hari ini, sudah lima sesi berturut-turut harga menanjak. Namun, menurut analis, harga rentan profit taking kecuali ada katalis lainnya. Pada jam 16:12 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember naik 94 sen ke $96,46 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama melonjak $1,32 jadi $115,88 per barel.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account