Minyak tak banyak gerak
Jakarta, Strategydesk - Minyak terkoreksi hari ini, dalam perdagangan hari pertama pasca Natal. Namun harga terjebak dalam kisaran terbatas di tengah rendahnya transaksi menjelang akhir tahun.
Perdagangan minyak dunia ditutup kemarin karena libur Natal. Minyak sempat menyentuh $100 per barel Jumat lalu berkat data ekonomi AS yang memuaskan. Beberapa analis mengatakan krisis utang Eropa akan memicu resesi tahun depan, dan membayangi berita positif apapun dari AS minggu ini.
Karena banyak pelaku pasar ang berlibur minggu ini, volume perdagangan menurun tajam. Namun, karena itu bisa memicu swing harga. Fokus pasar hari ini adalah serangkaian data dari AS, antara lain sentimen konsumen versi Conference Board, indeks manufaktur Richmond dan Dallas. Sentimen konsumen AS diperkirakan naik ke 58,5 selama Desember dari 56 di Nopember. Indeks manufaktur Richmond diperkirakan naik ke 5 di bulan ini dari 0 bulan lalu.
Pasar juga mencermati perkembangan geopolitik yang dapat mempengaruhi harga, seperti Iran. Seperti diketahui, perang urat syaraf antara Iran dan Barat terus menjadi support bagi harga minyak selama beberapa pekan terakhir. Iran, yang mengatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai, mengancam akan menutup Selat Hormutz, yang merupakan jalur distribusi 30% output minyak dunia, bila ekspor minyaknya diembargo. Negara itu baru saja menggelar latihan perangnya di selat itu, yang akan berlangsung selama 10 hari.
Pada jam 14:20 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari turun 12 sen ke $99,56 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama naik 10 sen jadi $108,06 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



