Minyak tak banyak gerak

Tanggal December 27, 2011 / 2:38 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak terkoreksi hari ini, dalam perdagangan hari pertama pasca Natal. Namun harga terjebak dalam kisaran terbatas di tengah rendahnya transaksi menjelang akhir tahun.

Perdagangan minyak dunia ditutup kemarin karena libur Natal. Minyak sempat menyentuh $100 per barel Jumat lalu berkat data ekonomi AS yang memuaskan. Beberapa analis mengatakan krisis utang Eropa akan memicu resesi tahun depan, dan membayangi berita positif apapun dari AS minggu ini.

Karena banyak pelaku pasar ang berlibur minggu ini, volume perdagangan menurun tajam. Namun, karena itu bisa memicu swing harga. Fokus pasar hari ini adalah serangkaian data dari AS, antara lain sentimen konsumen versi Conference Board, indeks manufaktur Richmond dan Dallas. Sentimen konsumen AS diperkirakan naik ke 58,5 selama Desember dari 56 di Nopember. Indeks manufaktur Richmond diperkirakan naik ke 5 di bulan ini dari 0 bulan lalu.

Pasar juga mencermati perkembangan geopolitik yang dapat mempengaruhi harga, seperti Iran. Seperti diketahui, perang urat syaraf antara Iran dan Barat terus menjadi support bagi harga minyak selama beberapa pekan terakhir. Iran, yang mengatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai, mengancam akan menutup Selat Hormutz, yang merupakan jalur distribusi 30% output minyak dunia, bila ekspor minyaknya diembargo. Negara itu baru saja menggelar latihan perangnya di selat itu, yang akan berlangsung selama 10 hari.

Pada jam 14:20 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari turun 12 sen ke $99,56 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama naik 10 sen jadi $108,06 per barel.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account