Minyak stabil berkat data ekonomi AS
Jakarta, Strategydesk - Harga minyak bergerak di dekat $100 per barel hari ini, ditopang oleh data yang mengindikasikan perbaikan ekonomi AS.
Minyak ditopang oleh data-data yang memperlihatkan initial jobless claims tetap di bawah 400.000, level psikologis yang menandakan lapangan keja sulit, dan indeks manufaktur kawasan Chicago tetap tumbuh bulan lalu. Ditambah dengan pending home sales, yang tumbuh 7,3% selama Nopember, lebih tinggi dari prediksi 1,5%.
Minyak sempat tertekan karena laporan Energy Information Administration (EIA) yang memperlihatkan cadangan minyak bertambah 3,9 juta barel. Kenaikan yang besar itu melawan prediksi turun 2,5 juta barel. Cadangan distillate naik 1,2 juta barel, dibandingkan prediksi turun 650.000 barel. Sedangkan cadangan bensin berkurang 700.000 barel, lebih besar dari proyeksi 500.000 barel.
Faktor lain yang menopang minyak adalah ketegangan antara Iran dan Barat. Dalam seminggu ini Iran dan AS saling “berbalas pantun” soal selat Hormuz. Komandan militer senior Iran mengatakan AS tidak pantas mendikte apa yang harus dilakukan Iran. “Kapanpun kepentingan vital Iran terancam, kami akan ancam lagi kepentingan si penyerang,” kata Deputi Komandan Garda Revolusi Hossein Salami.
Pernyataan itu merupakan balasan untuk AS yang sebelumnya mengatakan tidak akan membiarkan siapapun menghadang jalur distribusi penting di Selat hormuz. Pentagon memperingatkan intervensi lalulintas kapal melalui selat itu tidak akan ditoleransi.
Drama ini menunjukkan memanasnya ketegangan antara kedua negara. Iran, produsen minyak terbesar keempat dunia, sedang terancam menghadapi sanksi tambahan dari Barat karena tidak mau menghentikan program nuklirnya. Barat menuduh Iran sedang mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang berulang kali dibantahnya.
Pada jam minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari naik 20 sen jadi $99,85 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 15 sen ke $108,16 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



