Minyak sideway, di bawah $100
Jakarta, Strategydesk - Minyak bergerak sideway hari ini karena pelaku pasar dihadapkan pada kemungkinan meluasnya embargo minyak dari Iran dan data yang menunjukkan kenaikan cadangan minyak di AS.
Australia mengumumkan bergabung dengan boikot negara Eropa atas minyak Iran. Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd dalam kunjungannya ke London mengatakan pemerintahnya mengikuti Uni Eropa mengembargo minyak Iran.
Data dari American Petroleum Institute (API) memperlihatkan cadangan minyak bertambah 7,3 juta barel minggu lalu, jauh lebih besar dari prediksi 700.000 barel. Sedangkan cadangan bensin turun 573.000 barel dan distillate berkurang 2,5 juta barel.
Pada jam 17:34 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Maret turun 57 sen ke $98,38 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama melemah 6 sen jadi $109,97 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Berkat bailout Yunani, minyak rally
- Minyak sentuh $105
- Faktor Iran, Yunani angkat minyak
- Masalah Yunani tekan minyak
- Ketegangan di Timteng angkat minyak
- Minyak naik ke $101 karena Iran
- Minyak naik setelah Yunani setujui penghematan
- Laporan API lambungkan minyak
- Minyak turun jelang data API
- Minyak turun tajam, Yunani jadi fokus
- Minyak naik, payroll dinantikan
- Data EIA tekan minyak
- Minyak diangkat Iran, data China
- Data Jepang angkat minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa



