Minyak sentuh $105

Tanggal February 20, 2012 / 1:06 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak rally ke level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir hari ini setelah Iran mengumumkan menghentikan ekspornya ke Inggris dan Perancis, dalam eskalasi ketegangan terkait program nuklir Iran.

Menteri Perminyakan Iran Rostam Qassemi kemarin mengatakan telah menghentikan pengiriman minyak ke perusahaan Inggris dan Perancis, sebagai respon atas embargo Uni Eropa yang akan diberlakukan Juli. Keputusan ini dianggap bersifat politis karena kedua negara itu mendukung sanksi terhadap Iran atas program nuklirnya.

Embargo Uni Eropa bersama dengan  sanksi yang diterapkan oleh AS adalah bagian upaya untuk menghentikan program nuklir Iran, yang dianggap Barat untuk mengembangkan senjata. Iran membantah tuduhan itu dan mengatakan program nuklirnya bertujuan damai, hanya untuk energi dan keperluan medis.

Minyak juga naik setelah China menurunkan rasio kecukupan modal bank. PBOC Sabtu lalu mengatakan akan memangkas Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 0,5%, efektif pada 24 Februari. GWM adalah jumlah dana yang harus disimpan sebagai cadangan. Rasio  kecukupan modal bank besar akan turun ke 20,5% setelah pemangkasan itu.

Pada jam 12:46 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Maret melonjak $1,77 ke $105,21 per barel. Kontrak itu sempat menyentuh $105,21, tertinggi sejak Mei 2011. Sedangkan minyak jenis Brent untuk pengiriman April meroket $1,51 jadi $121,09 per barel.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account