Minyak rebound, Data EIA dinanti
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik untuk pertama kalinya dalam empat sesi terakhir karena spekulasi para pemimpin Eropa akan mendesak Yunani untuk menerima paket penyelamatan.
Papandreou akan Cannes, Perancis hari ini untuk menghadapi pertanyaan dari para pemimpin yang terkejut dengan keputusan rerefendum dan voting kepercayaan di Parlemen. Di sana, ia akan bertemu dengan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, Kanselir Jerman Angela Merkel serta Presiden ECB Mario Draghi.
“PM Yunani akan bergabung dengan pemimpin Eropa hari ini,” kata jubir Presiden Perancis. “Ia akan disampaikan bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah utang Yunani adalah melalui ksepakatan yang dicapai minggu lalu.”
Minyak juga naik di tengah ekspektasi data Energy Information Administration (EIA) akan menunjukkan penurunan cadangan. Ekspektasi itu datang menyusul data versi American Petroleum Institute (API) yang memperlihatkan stok bensin turun 1,1 juta barel dan distillate berkurang 3,4 juta barel. Cadangan minyak menyusul 156.000 barel.
Pada jam 16:58 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember naik 30 sen ke $92,49 per barel, setelah sempat menyentuh 93,20 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 94 sen jadi $110,48 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



