Minyak rebound berkat jatuhnya dollar
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik untuk pertama kalinya dalam 5 sesi terakhir menyusul kejatuhan dollar, yang mengangkat daya tarik komoditas.
Dollar jatuh menyusul data sentimen ekonomi zona euro yang lebih baik dari prediksi, meningkatkan permintaan akan aset berisiko. Indeks tersebut naik ke 101,3 di Juli dari 99,0 bulan lalu. Selain itu, data ketenagakerjaan Jerman memperlihatkan semakin baiknya lapangan kerja, di mana tingkat pengangguran turun ke 7,6% di Juli dari 7,7% di Juni.
Minyak juga naik berkat data dari Energy Information Administration (EIA) yang memperlihatkan permintaan bensin mencapai 9,632 juta barel per hari minggu lalu, tingkat mingguan tertinggi sejak Agustus 2007.
Pada jam 17:10 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Agustus naik 34 sen menjadi $77,33 per barel dalam perdagangan elektronik di NYMEX.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak turun jelang data API
- Minyak turun tajam, Yunani jadi fokus
- Minyak naik, payroll dinantikan
- Data EIA tekan minyak
- Minyak diangkat Iran, data China
- Data Jepang angkat minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Keputusan the Fed dorong minyak
- Minyak sideway, di bawah $100
- Faktor Timteng Angkat Minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Minyak turun ke bawah $100
- Rencana IMF, data AS dorong minyak
- Pernyataan Iran, Saudi dongkrak minyak
- Masalah downgrade Eropa tekan laju minyak



