Minyak rally lagi ke $100
Jakarta, Strategydesk - Minyak rally mendekati $101 hari ini di tengah penguatan saham dan pelemahan dollar menyusul langkah bank sentral negara maju pinjaman dollar murah.
Dalam langkah terkoordinasi untuk mengurangi efek krisis utang Eropa terhadap sektor keuangan, The Fed dan lima bank sentral lainnya sepakat untuk memberikan pinjaman dollar dengan bunga rendah ke perbankan. Langkah ini dianggap sebagai antisipasi terhadap kemungkinan paceklik likuiditas dollar di bulan-bulan mendatang.
Menurut analis, keenam bank sentral itu mengucurkan likuiditas berbentuk dollar ke pasar, yang berarti semakin banyak tersedia uang murah. Keputusan ini membuat saham global merekah, yang memberi efek positif ke minyak. Investor minyak sering mengacu pergerakannya pada saham karena dianggap sebagai indikator sentimen. Bertambahnya jumlah dollar itu berimplikasi negatif ke mata uang AS di pasar. Tapi pelemahan dollar justru menambah daya tarik minyak.
Minyak juga naik berkat data dari ADP Employment Change yang memperlihatkan lapangan kerja sektor swasta bertambah sebanyak 206.000 selama Nopember, lebih besar dari prediksi 120.000. Data ini menimbulkan ekspektasi laporan payroll besok juga akan bagus.
Faktor lain yang mengangkat minyak adanya meningkatnya ketegangan antara Barat dan Iran. Berita terakhir menyebutkan Inggris menutup kedutaan besarnya di Tehran dan mengusir Dubes Iran, yang merupakan produsen terbesar kedua OPEC. Setelah kedubes Inggris diserang oleh Mahasiswa Iran, Perancis memutuskan untuk memanggil dubesnya. Italia mengumumkan juga akan menutup kedubesnya.
Semua faktor itu membuat minyak rally meski data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan kenaikan cadangan minyak dan BBM. Stok minyak bertambah 3,9 juta barel minggu lalu, jauh lebih besar dari prediksi 50.000 barel. Cadangan bensin melonjak 5,5 juta barel, melawan prediksi turun 1,25 juta barel.
Pada jam 13:54 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Januari naik 37 sen ke $100,73 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 63 sen jadi $111,15 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



