Minyak naik setelah Yunani setujui penghematan
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik hari ini setelah parlemen Yunani menyetujui program penghematan yang dibutuhkan untuk mendapatkan bantuan finansial dan menghindari default berantakan.
Persetujuan itu, melalui hasil voting 199 banding 74, datang di saat terjadi aksi kerusuhan di Athena, di mana pemrotes membakar gedung, menjarah, dan bentrok dengan polisi. Program penghematan itu mencakup pemangkasan anggaran, pemotongan upah sampai pengurangan pegawai di sektor publik, dilakukan demi mendapat bailout kedua senilai 130 miliar euro.
Tanpa bailout itu, Yunani akan default bulan depan dan keluar dari zona euro, skenario yang dapat mengguncang pasar global. Meski demikian, persetujuan itu tidak serta merta Yunani bisa langsung dapat bailout, karena harus mendapat persetujuan dari Uni Eropa. Para menteri keuangan zona euro akan bertemu Rabu nanti, disinilah keputusan akan diambil.
Minyak juga terangkat oleh laporan yang menunjukkan sanksi berdampak pada produksi minyak Iran. Presiden Mahmoud Ahmadinejad Sabtu lalu mengatakan akan mengumumkan soal perkembangan nuklir Iran dalam beberapa hari ke depan.
Pada jam 13:45 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Maret naik 73 sen ke $99,40 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat $1,04 jadi $118,35 per barel,
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



