Minyak naik, payroll dinantikan
Jakarta, Strategydesk - Minyak rebound hari ini, setelah tergelincir kemarin, namun masih bergerak dalam kisaran terbatas menjelang pengumuman data ketenagakerjaan AS.
Sembari menunggu perkembangan dari Yunani, pasar akan mencermati data ketenagakerjaan AS, yang diumumkan malam nanti dan diperkirakan akan menunjukkan lapangan kerja bertambah sebanyak 150.000 selama Januari. Sedangkan tingkat pengangguran tetap 8,5%. Kenaikan yang lebih besar dari prediksi dapat mendorong risk appetite. Pasar akan tetap stabil selama angkanya tidak jauh di bawah prediksi.
Ketegangan antara Barat dan Iran mengenai program nuklirnya belum mereda, dan masih cukup untuk mendorong harga. Beberapa anggota Kongres AS mengusulkan rancangan untuk memperkuat sanksi kepada perusahaan yang berbisnis dengan Iran, Tapi harian Kyodo News melaporkan bahwa perusahaan Jepang akan tidak akan dituntut bila negara itu mengurangi impornya dari Iran.
Pada jam 18:32 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Maret naik 54 sen ke $96,90 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 39 sen jadi $112,46 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



