Minyak naik jelang payroll
Jakarta, Strategydesk - Setelah sempat terkoreksi kemarin, minyak naik lagi hari ini, ditopang oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ekspektasi akan naiknya data ketenagakerjan AS.
Minyak kemarin anjlok di tengah penguatan dollar terhadap rivalnya dan mencuatnya kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa. Harga juga tertekan karena data dari Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan cadangan minyak bertambah 2,2 juta barel. Sedangkan cadangan bensin naik 2,4 juta barel dan stok distillate menigkat 3,2 juta barel.
Tapi data dari ADP menunjukkan lapangan kerja sektor swasta bertambah sebanyak 325.000 selama Desember, jauh lebih besar dari prediksi 175.000. Initial jobless claims turun sebesar 9000 dan tetap berada di bawah 400.000. Kedua data ini menimbulkan ekspektasi positif akan data payroll nanti malam.
Minyak juga naik di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Barat, setelah AS dan Eropa menerapkan embargo atas minyak Iran. Pasar khawatir akan terjadinya kekurangan pasokan dari produsen minyak terbesar keempat dunia itu. Pada jam 17:08 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari naik 47 sen ke $102,28 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 58 sen jadi $113,32 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



