Minyak naik, didorong Nigeria, Eropa
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik hari ini, didorong oleh kekhawatiran mengenai gangguan pasokan dari Nigeria. Sedangkan berkurangnya kecemasan soal Eropa juga memberi support.
Salah satu serikat kerja mengatakan pembicaraan dengan Presiden Goodluck Jonathan mengenai pencabutan subsidi membuahkan hasil, tapi aksi mogok akan berlanjut sampai kesepakatan di capai. Serikat itu kemarin menggelar aksi protes atas dicabutnya subsidi BBM. Serikat itu terbesar di sana mengatakan siap menghentikan produksi bila pemerintah tidak membatalkan keputusannya itu.
Minyak juga naik setelah Spanyol dan Italia sukses mengumpulkan 22 miliar euro dalam lelang bahkan dengan biaya yang lebih rendah dari lelang sebelumnya. Hal ini mengurangi ketegangan di pasar keuangan dan mengindikasikan adanya perbaikan dalam sentimen investor terhadap zona euro.
Tapi penguatan terhambat oleh laporan rencana embargo minyak Iran yang ingin diterapkan Eropa kemungkinan tertunda selama enam bulan. Pada jam 16:06 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari naik 46 sen ke $99,55 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent menguat 58 sen jadi $111,84 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



