Minyak naik berkat Iran, data AS
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik ke $101 per barel hari ini berkat data ketenagakerjaan AS dan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Barat.
Non-farm payroll, atau lapangan kerja di luar sektor pertanian, bertambah sebanyak 120.000 selama Nopember, sedikit di bawah prediksi 125.000. Tapi tingkat pengangguran turun tajam ke 8,6% dari 9,1%. Data menambah optimisme akan perbaikan ekonomi AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar dunia.
Pasar juga mengamati ketegangan yang meningkat mengenai program nuklir Iran. Senat AS memutuskan untuk memberlakukan sanksi ke bank sentral Iran, melarang institusi keuangan asing yang berbisnis dengan bank itu membuka operasi di AS.
Kemarin, kantor berita Iran IRNA melaporkan negara itu menembak jatuh pesawat nirawak AS yang melanggar wilayah udaranya. AS belum mengkonfirmasi berita itu. Pada jam 15:23 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Januari naik 41 sen ke $101,37 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 66 sen jadi $110,60 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



