Minyak naik berkat data API
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik lagi hari ini berkat data yang memperlihatkan cadangan minyak AS turun tajam, indikasi permintaan sedang meningkat. Selain itu, data ekonomi AS lainnya dan penguatan saham memberi dorongan ekstra.
American Petroleum Institute (API) semalam melaporkan stok minyak berkurang 4,57 juta barel minggu lalu menjadi 330 juta barel, lebih besar dari prediksi 2,3 juta barel. Sedangkan cadangan bensin merosot 2,8 juta barel jadi 139 juta barel dan stok distillate menyusut 400.000 barel jadi 213 juta barel. Cadangan di Cushing, Oklahoma, terminal pengiriman minyak jenis Light Sweet, anjlok 1 juta barel.
Data ini menimbulkan ekspektasi data versi Energy Information Administration (EIA) juga akan menunjukkan penurunan yang besar. Data API didapat dari operator atau perusahaan secara sukarela. Sedangkan pemerintah mewajibkan laporan itu dikumpulkan dalam survei mingguan. Tapi kedua data bergerak dalam satu arah 71% selama 10 tahun terakhir.
Minyak juga naik berkat data yang memperlihatkan perbaikan kondisi ekonomi AS. Housing starts AS yang memperlihatkan kenaikan 9,3% pada Nopember ke level tertinggi dalam 19 bulan terakhir. Aktivitas konstruksi juga meningkat ke 681.000 di bulan ini. Kedua data itu mengindikasikan sektor perumahan AS, yang menjadi pusat krisis finansial 2008, sedang membaik.
Laju saham regional juga memberi efek positif ke harga minyak. Pelaku pasar minyak sering mengacu pergerakan pada saham karena dianggap sebagai indikator sentimen. Pada jam 16:40 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari naik 96 sen ke $98,18 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 45 sen jadi $107,18 per barel.
Minyak naik berkat data API
Jakarta, Strategydesk - Minyak rebound hari ini berkat data yang memperlihatkan penurunan cadangan, setelah tergelincir selama empat sesi sebelumnya.
Data American Petroleum Institute (API) menunjukkan cadangan minyak turun 3,1 juta barel minggu lalu. Para analis yang dipolling oleh Plats memperkirakan cadangan turun 2,5 juta barel. Sedangkan cadangan bensin anjlok 5 juta barel, lebih besar dari prediksi 1,3 juta barel, dan distillate merosot 2 juta barel, melampaui prediksi 500.000 barel.
Laporan ini menimbulkan ekspektasi data versi pemerintah, melalui Energy Information Administration (EIA), juga akan menunjukkan penurunan cadangan yang besar. Berkurangnya cadangan minyak dan BBM dianggap sebagai indikasi sedang naiknya permintaan.
Data API didapat dari operator atau perusahaan secara sukarela. Sedangkan pemerintah mewajibkan laporan itu dikumpulkan dalam survei mingguan. Tapi kedua data bergerak dalam satu arah 71% selama 10 tahun terakhir.
Minyak juga naik karena spekulasi Eropa akan merekapitalisasi perbankannya untuk untuk mencegah krisis utang menular ke sektor itu, yang dapat memukul pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Perancis dan Belgia menyatakan siap membantu Dexia SA, bank patungan kedua negara itu.
Pada jam 11:45 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Nopember naik $2,39 ke $78,06 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat $1,59 jadi $101,38 per barel.
Banyak data yang terjadwal hari ini. Di Eropa, antara lain penjualan ritel zona euro serta angka final indeks PMI jasa Jerman dan zona euro. Di Inggris, ada indeks PMI jasa dan angka final PDB kuartal kedua. Di AS, data pentingnya adalah ADP Employment Change dan indeks ISM non manufaktur.
Pasar akan mencermati data ADP, yang mencatat perubahan lapangan kerja sektor swasta. Data ADP ini merupakan gambaran awal data ketenagakerjaan AS, yang akan diumumkan Jumat nanti.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



