Minyak masih tertekan

Tanggal September 07, 2010 / 12:04 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak tergelincir di perdagangan Asia pada hari ini, di tengah kecemasan mengenai prospek permintaan AS. Selain itu, penguatan dollar juga memberi andil.

Hal ini terjadi akibat dari akhir musim panas yang menyebabkan akhir dari musim mengemudi, sehingga permintaan bensin menjadi lebih rendah ditambah lagi cadangan minyak yang menumpuk, di level tertinggi dalam 6 tahun belakangan.

Padahal selama musim panas, penduduk amerika cenderung untuk mengambil perjalanan panjang selama liburan musim panas sehingga mendorong permintaan dan otomatis memompa harga minyak ke posisi yang lebih tinggi.

Di perdagangan siang ini, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Oktober melemah 66 sen menjadi $ 73,94 per barel. Pada akhirnya, analis masih menaruh harapan pada badai tropis yang terjadi di AS dan beresiko mengarah ke teluk meksiko, memimpin kenaikan harga minyak.Selain itu, analis juga masih menunggu data cina pekan ini, negara pengkonsumsi minyak terbesar ke 2 di dunia.

Faktor lain yang menekan minyak adalah penguatan dollar. Dollar menguat karena mencuatnya kecemasan mengenai perbankan Eropa, yang membuat euro terkoreksi.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account