Minyak lanjutkan gain jelang UE, EIA
Jakarta, Strategydesk - Minyak melanjutkan rally-nya hari ini, namun masih di bawah level tertinggi dalam tiga bulan terakhir yang dicapainya semalam.
Salah satu faktor yang mengangkat harga adalah spekulasi pertumbuhan ekonomi di China dan Jepang akan mendorong permintaan. Data menunjukkan sektor manufaktur China kembali tumbuh dan ekspor China melebihi proyeksi.
Faktor lain yang bullish untuk minyak adalah Badai Rina, yang sempat mendekati Teluk Meksiko, yang memproduksi 27% minyak dan 6,5% gas alam AS. Meski statusnya badai dinaikkan menjadi Kategori 3 dari Kategori 1, knii bergerak menuju Semenanjung Yucatan dan menjauhi Teluk Meksiko.
Faktor yang menghambat laju harga adalah laporan yang menunjukkan kenaikan cadangan AS dan kekhawatiran Eropa gagal memenuhi janjinya mengumumkan solusi komprehensif atasi krisis utang. American Petroleum Institute (API) mengatakan caangan minyak naik 2,7 juta barel minggu lalu, jauh lebih besar dari prediksi 200.000 barel. Sedangkan cadangan bensin bertambah 153.000 barel tapi cadangan distillate turun 1,8 juta barel.
Energy Information Administration (EIA), lembaga di bawah naungan Departemen Energi AS, akan mengumumkan data versinya malam nanti. Data API didapat dari operator atau perusahaan secara sukarela. Sedangkan pemerintah mewajibkan laporan itu dikumpulkan dalam survei mingguan. Tapi kedua data bergerak dalam satu arah 71% selama 10 tahun terakhir.
Sementara itu, Eropa dijadwalkan akan mengumumkan hasil pertemuan kedua. Tapi berita pertemuan menteri keuangan Eropa (Ecofin) dibatalkan, memicu kecemasan keputusan akan kekurangan detil. Ada juga laporan yang menunjukkan masih adanya perselisihan antara negara.
Para pemimpin zona euro kemungkinan tidak akan menyebutkan kenaikan dana talangan (EFSF) dalam pertemuan nanti dan tidak akan mengungkapkan jumlah dana rekapitalisasi bank, menurut sumber anonim. Tapi mereka akan mengumumkan jumlah pemutihan utang Yunani, yang diperkirakan mencapai sekitar 60%.
Pada jam 14:25 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember naik 27 sen ke $93,44 per barel. Kemarin kontrak itu sempat melonjak hingga $94,60. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 65 sen jadi $111,57 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



