Minyak koreksi setelah tembus $100
Setelah menembus level $100 kembali kemarin, minyak terkoreksi hari ini, menjelang pertemuan Uni Eropa untuk membahas langkah lebih lanjut mengatasi krisis.
Minyak kemarin terangkat hingga ke level itu oleh penguatan saham menyusul data penjualan ritel Black Friday. Aktivitas pembelanjaan pasca Thanksgiving itu tercatat sebanyak 226 juta konsumen AS berbelanja dengan nilai total mencapai $52,4 miliar, rekor tertinggi dan naik 16% dari tahun lalu. Hasil ini menimbulkan harapan penjualan akan terus tinggi sampai liburan Natal dan Tahun Baru.
Minyak juga naik setelah ada berita cadangan minyak di Cushing, Oklahoma turun 2,3% minggu lalu, menurut data dari DigitalGlobe Inc. Cushing merupakan terminal pengiriman minyak jenis Light Sweet dan tempat penyimpanan minyak terbesar di AS.
Kenaikan harga minyak yang tajam itu mendorong aksi profit taking. Tapi aksi itu dilatarbelakangi oleh minimnya perkembangan berarti di Eropa. Pasar sempat karena berita IMF menyiapkan pinjaman ke Italia sebesar 400-600 miliar euro. Lalu datang berita Jerman dan Perancis sedang membahas rencana untuk membuat disiplin anggaran zona euro cepat diterapkan. Sayangnya, IMF membantah sedang melakukan pembicaraan dengan Italia.
Para menteri keuangan zona euro akan bertemu hari ini untuk menyetujui detil rencana penambahan dana talangan (EFSF). Mereka juga diperkirakan akan memberikan secara resmi bantuan untuk Yunani. Selain itu, Italia akan menggelar lelang obligasi dengan target 8 miliar euro.
Pada jam 13:07 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Januari turun 13 sen ke $98,08 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama naik 27 sen jadi $109,27 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



