Minyak koreksi jelang revisi PDB AS
Jakarta, Strategydesk - Minyak terkoreksi hari ini di tengah lesunya bursa regional dan stagnannya pasar uang menjelang revisi PDB AS, yang diperkirakan akan memperlihatkan perlambatan ekonomi terbesar dunia itu.
PDB AS kuartal kedua diperkirakan direvisi turun menjadi 1,4% dari 2,4%. Data yang lebih buruk dari prediksi bisa menekan harga minyak. Namun, bila revisi ini menekan dollar, minyak bisa terangkat. Meski demikian, kecemasan soal ekonomi AS dapat menghambat lajunya.
Pasar juga menantikan pidato Ketua the Fed Ben Bernanke. Ia akan berbicara dalam pertemuan tahunan bank sentral dna pejabat keuangan yang diselenggarakan di Wyoming, AS. Pasar akan mencermati pidato Bernanke untuk mengetahui pandangannya mengenai kondisi ekonomi. Pasar juga akan mengetahui apakah Bernanke akan memberi sinyal untuk menambah stimulus moneter, dalam hal ini quantitative Easing (QE)
Bila Bernanke memberi sinyal akan perlunya stimulus moneter tambahan untuk membantu ekonomi AS, dollar bisa jatuh, yang akhirnya mengangkat minyak.
Pada jam 14:40 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman September turun 15 sen menjadi $73,21 per barel dalam perdagangan elektronik di NYMEX.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak turun jelang data API
- Minyak turun tajam, Yunani jadi fokus
- Minyak naik, payroll dinantikan
- Data EIA tekan minyak
- Minyak diangkat Iran, data China
- Data Jepang angkat minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Keputusan the Fed dorong minyak
- Minyak sideway, di bawah $100
- Faktor Timteng Angkat Minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Minyak turun ke bawah $100
- Rencana IMF, data AS dorong minyak
- Pernyataan Iran, Saudi dongkrak minyak
- Masalah downgrade Eropa tekan laju minyak



