Minyak koreksi, G-20 dinanti
Jakarta, Strategydesk - Minyak terkoreksi hari ini, menyusul penguatan dollar terhadap rivalnya dan hilangnya eforia soal Eropa. Koreksi ini juga terjadi menjelang pertemuan G-20 minggu ini yang berfokus pada krisis utang Eropa.
Minyak terkoreksi setelah mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir berkat sentimen positif yang mencuat setelah para pemimpin Eropa mencapai kesepakatan. Badai dan berkurangnya cadangan minyak di AS juga mengangkat harga.
Kini eforia itu berakhir, hal ini juga ditandai oleh terkoreksinya euro dan mata uang berisiko lainnya. Penguatan dollar mengurangi daya tarik komoditas karena menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Minyak juga turun karena pasar belum mendapatkan alasan baru untuk mendorong harga lebih lanjut. Pasar sepertinya mulai mengevaluasi apakah harga lebih tinggi sesuai dengan kondisi fundamental. Menurut Nobou Tanaka, mantan direktur pelaksana International Energy Agency (IEA), harga minyak $100 per barel terlalu tinggi mengingat kondisi ekonomi saat ini.
Pasar menantikan pertemuan G-20 yang diselenggarakan di Cannes, Perancis pada Kamis dan Jumat. Para pemimpin Eropa mengimbau kelompok itu untuk membantunya dalam mengatasi krisis utang.
Pada jam 13:02 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember turun 99 sen ke $92,33 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama merosot 90 sen jadi $109,01 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



