Minyak koreksi, Data EIA jadi fokus
Jakarta, Strategydesk - Minyak terkoreksi hari ini karena kekhawatiran Eropa akan terjerumus ke resesi dan pertanda upaya Uni Eropa mengembargo minyak iran tersendat.
Kekhawatiran soal resesi di Eropa bertambah setelah data hari ini memperlihatkan PDB Jerman tumbuh 3,0% selama 2011, melambat dari tahun lalu yang 3,6%. Selain itu, output industri Spanyol anjlok 7,0% pada Nopember dibandingkan tahun lalu, terbesar dalam dua tahun terakhir.
Ketegangan antara Iran dan Barat menopang harga minyak akhir-akhir ini. Tapi harga terkoreksi setelah rencana embargo minyak Iran yang ingin dijalankan Uni Eropa terhambat oleh masalah seperti kontrak jangka panjang. Para pejabat mengatakan adanya kontrak jangka panjang yang berjalan tentunya melemahkan usulan embargo. Beberapa negara Eropa, seperti Yunani, amat bergantung dengan minyak Iran.
Sementara itu diberitakan Jepang tetap ingin mengimpor minyak dari Iran meski adanya tekanan dari AS, sekutu dekatnya, untuk bersama-sama menerapkan sanksi atas program nuklir Iran. Hal ini dilakukan Jepang karena khawatir efek sanski terhadap harga dan pasokan, yang dibutuhkan untuk rekonstruksi pasca gempa dan tsunami. Selain itu, karena krisis nuklir, Jepang menghentikan 53 reaktor nuklirnya, menggaribawahi rendahnya pasokan energi.
Pada jam 17:45 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari turun 31 sen ke $101,93 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama naik 18 sen jadi $113,46 per barel. Pasar kini menantikan data cadangan dari Energy Information Administration (EIA).
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



