Minyak koreksi, antisipasi payroll
Jakarta, Strategydesk - Minyak terkoreksi hari ini karena kecemasan data payroll AS akan menunjukan memburuknya kondisi lapangan kerja di ekonomi terbesar dunia itu.
Nonfarm payroll, atau lapangan kerja di luar sektor pertanian, diperkirakan berkurang sebanyak 105.000 di Agustus, yang membuat tingkat pengangguran naik ke 9,6% dari 9,5%. Bila terjadi penurunan, maka ini merupakan ketiga kalinya berturut-turut. Angka yang lebih buruk dari prediksi akan menjatuhkan sentimen, yang akhirnya menekan minyak.
Koreksi ini sepertinya juga karena aksi ambil untung setelah harga naik di dua sesi sebelumnya. Meski koreksi, minyak masih didukung oleh penguatan saham regional. Pada jam 13:53 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Oktober turun 33 sen menjadi $74,69 per barel dalam perdagangan elektronik di NYMEX.
Kemarin, minyak naik berkat data initial jobless claims dan pending home sales yang berhasil mengurangi kecemasan mengenai double dip recession. Faktor lain yang mendukung minyak adalah Badai Earl, yang mendekati Pantai Timur AS, meningkatkan kecemasan akan gangguan produksi.
Menurut Energy Information Administration (EIA), Badai Earl dapat mempengaruhi produksi di Pantai Atlantik yang berkapasitas 1,1 juta barel per hari, atau 7% output nasional.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak turun jelang data API
- Minyak turun tajam, Yunani jadi fokus
- Minyak naik, payroll dinantikan
- Data EIA tekan minyak
- Minyak diangkat Iran, data China
- Data Jepang angkat minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Keputusan the Fed dorong minyak
- Minyak sideway, di bawah $100
- Faktor Timteng Angkat Minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Minyak turun ke bawah $100
- Rencana IMF, data AS dorong minyak
- Pernyataan Iran, Saudi dongkrak minyak
- Masalah downgrade Eropa tekan laju minyak



