Minyak jatuh karena Slovakia, OPEC

Tanggal October 12, 2011 / 11:41 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak jatuh hari ini setelah Slovakia menolak ratifikasi perubahan dana talangan dan OPEC menurunkan proyeksi permintaan minyak.

Parlemen Slovakia, melalui hasil voting, menolak perubahan European Financial Stability Facility (EFSF). Slovakia menjadi negara zona euro terakhir yang belum meratifikasi rancangan itu, dan semua 17 negara kawasan itu harus menyetujuinya agar dana itu bisa ditambah dan diperluas penggunaannya. Tapi voting ulang minggu ini kemungkinan akan berhasil dengan partai oposisi diperkirakan mendukung langkah itu.

Minyak juga turun setelah Senat AS menolak rancangan ekonomi Obama senilai $447 miliar untuk menciptakan lapangan kerja. RUU yang disebut American Jobs Act itu ditolak Senat dengan hasil voting 51 banding 46, gagal mendapat suara mayoritas 60 yang dibutuhkan untuk lolos.

Menambah tekanan ke harga, OPEC menurunkan proyeksi permintaan untuk ketiga kalinya tahun ini seiring semakin suramnya prospek ekonomi. Kartel yang menguasai 40% pasokan minyak dunia itu memperkirakan permintaan akan tumbuh 880.000 barel per hari (bph) tahun ini, turun dari 1,06 juta bph yang dibuat bulan lalu. Konsumsi pada 2012 diperkirakan meningkat 1,19 juta pbh menjadi 89 juta bph, sedikit turun dari proyeksi sebelumnya yang 1,27 juta bph.

Pada jam 11:28 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Nopember turun 49 sen ke $85,32 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama koreksi 17 sen jadi $110,56 per barel.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account