Minyak jatuh karena prospek Eropa, AS
Jakarta, Strategydesk - Minyak jatuh hari nii, melanjutkan koreksi kemarin, di tengah ketidakjelasan solusi komprehensif atasi krisis utang yang sedang di rancang oleh Uni Eropa, dan meningkatnya pesimisme mengenai ekonomi AS.
Perbedaan pendapat antara Perancis dan Jerman kembali mencuat dalam membahas strategi komprehensif. Rencana untuk mengatasi krisis mandek setelah Paris dan Berlin berdebat mengenai bagaimana menambah dana talangan atau EFSF.
Pasar juga dibingungkan dengan munculnya opsi menjadikan EFSF sebagai obligasi jaminan. Rencana baru itu menyebutkan EFSF, dana talangan Eropa, menerbitkan obligasi untuk negara pengutang besar seperti Spanyol dan Italia. Kedua negara itu lalu menggunakan obligasi EFSF sebagai jaminan obligasi terbitan mereka.
Hal ini dianggap menambah ketidakpastian empat hari menjelang pertemuan Uni Eropa untuk menghasilkan solusi komprehensif mengatasi krisis utang. Kesimpangsiuran ini mengurangi optimisme dan harapan di pasar akan solusi tercapai dalam pertemuan itu.
Minyak juga jatuh karena laporan ekonomi the Fed, atau Beige Book, yang menyebutkan banyak distrik yang melaporkan pertumbuhan rendah dan responden secara umum pesimis dengan prospek bisnis.
Kedua faktor itu cukup kuat menekan minyak di saat data dari Energy Information Administration (EIA) memperlihatkan penurunan cadangan yang signifikan. Menurut laporan itu, cadangan minyak berkurang 4,7 juta barel, lebih besar dari prediksi 2 juta barel. Cadangan bensin merosot 3,3 juta barel, melampaui prediksi yang 1 juta barel. Cadangan distillate merosot 4,2 juta barel, di atas prediksi yang 1,5 juta barel.
Pada jam 13:50 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Nopember turun 36 sen ke $85,75 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk pengiriman Desember koreksi 5 sen ke $108,34 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



