Minyak ikut jatuh karena Jerman, data China
Jakarta, Strategydesk - Minyak melanjutkan koreksinya hari ini di tengah aksi jual dan kejatuhan saham global karena pernyataan dari Jerman yang menajtuhkan optimisme pasar soal solusi komprehensif.
Pemimpin Jerman menghempaskan harapan pertemuan minggu depan akan menghasilkan solusi komprehensif. Menteri Keuangan Wolfgang Schaeuble mengatakan pertemuan Uni Eropa pada 23 Oktober nanti tidak akan menyediakan solusi defenitif untuk mengatasi krisis utang. Pernyataan senada juga disampaikan oleh jubir Kanselir Angela Merkel, yang mengatakan paket terbaru kemungkinan tidak bisa mengatasi semuanya.
Menurut analis, munculnya kembali keraguan mengenai upaya untuk mengatasi krisis utang Eropa akan menekan baik saham maupun minyak. Bagaimanapun, pasar tetap mencermati perkembangan di Eropa dan berharap hasil sesuai harapan.
Minyak juga jatuh setelah China melaporkan ekonominya melambat dan cadangan minyak AS diperkirakan bertambah. China melaporkan PDB tumbuh 9,1% selama kuartal ketiga, di bawah prediksi 9,2% dan melambat dari kuartal sebelumnya yang 9,5%. Perlambatan ini mencerminkan efek krisis utang Eropa dan pengetatan moneter Beijing.
Cadangan minyak AS diperkirakan meningkat 2 juta barel minggu lalu, menurut survei yang dilakukan Bloomberg. Data cadangan versi American Petroleum Institute (API) akan diumumkan malam nanti dan versi Energy Information Administration (EIA) keesokannya.
Pada jam 15:52 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Nopember turun 63 sen ke $85,75 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk pengiriman Desember tergelincir 96 sen jadi $109,20 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



