Minyak diangkat Iran, Nigeria
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik tajam hari ini, dipacu oleh ketegangan mengenai program nuklir Iran dan gejolak di Nigeria, meski kekhawatiran soal Eropa belumlah sirna.
Iran mengumumkan kemarin telah memulai aktivitas pengayaan uranium di bunker Fordow, yang terletak dekat Kota Qom. Langkah ini dianggap AS, yang baru saja menambah sanksi ke Iran, sebagai eskalasi dari pelanggaran resolusi PBB.
Ketegangan antara Barat dan Iran masih menjadi support untuk minyak. Program nuklir Iran, yang dikatakan Teheran hanya untuk tujuan damai, dianggap Barat sebagai kedok untuk mengembangkan senjata nuklir.
AS baru saja menambah sanksi ke Iran, dan mendesak negara sekutunya untuk tidak membeli minyak dari produsen terbesar keempat dunia itu. Merespon langlah itu, Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, jalur distribusi minyak terpenting dunia.
Menambah dorongan ke harga adalah aksi mogok di Nigeria untuk memprotes pencabutan subsidi BBM. Meski belum mempengaruhi output, aksi itu memberi efek psikologis ke harga. Pada jam 16:30 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari naik $1,48 ke $102,79 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menanjak 82 sen jadi $113,27 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



