Minyak diangkat Iran, Nigeria

Tanggal January 10, 2012 / 4:51 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak naik tajam hari ini, dipacu oleh ketegangan mengenai program nuklir Iran dan gejolak di Nigeria, meski kekhawatiran soal Eropa belumlah sirna.

Iran mengumumkan kemarin telah memulai aktivitas pengayaan uranium di bunker Fordow, yang terletak dekat Kota Qom. Langkah ini dianggap AS, yang baru saja menambah sanksi ke Iran, sebagai eskalasi dari pelanggaran resolusi PBB.
Ketegangan antara Barat dan Iran masih menjadi support untuk minyak.  Program nuklir Iran, yang dikatakan Teheran hanya untuk tujuan damai, dianggap Barat sebagai kedok untuk mengembangkan senjata nuklir.

AS baru saja menambah sanksi ke Iran, dan mendesak negara sekutunya untuk tidak membeli minyak dari produsen terbesar keempat dunia itu. Merespon langlah itu, Iran mengancam akan menutup Selat  Hormuz, jalur distribusi minyak terpenting dunia.

Menambah dorongan ke harga adalah aksi mogok di Nigeria untuk memprotes pencabutan subsidi BBM. Meski belum mempengaruhi output,  aksi itu memberi efek psikologis ke harga. Pada jam 16:30 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari naik $1,48 ke $102,79 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menanjak 82 sen jadi $113,27 per barel.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account