Minyak diangkat Iran, data China
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik hari ini, menyusul data manufaktur China yang cukup positif dan ketegangan Iran dengan Barat terkait nuklir, yang menimbulkan kecemasan soal pasokan.
Indeks PMI sektor manufaktur naik ke 50,5 di bulan itu, naik dari 50,3 di Desember, menurut data dari China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP) hari ini. Sektor manufaktur terus membaik, setelah kontraksi untuk pertama kalinya dalam 33 bulan terakhir pada Nopember lalu, ketika indeks melorot ke 49. Angka di atas 50 menandakan pertumbuhan, di bawah itu berarti kontraksi.
DPR AS mempertimbangkan menambah sanksi ke Iran dalam rangka menghentikan program nuklirnya, dengan melarang perusahaan minyak dan pelayarannya melakukan transaksi finansial secara elektronik.
Pada jam 17:46 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Maret naik 67 sen ke $99,15 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 76 sen jadi $111,74 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



