Minyak dekati $93
Jakarta, Strategydesk - Minyak menyentuh level tertinggi dalam 12 minggu terakhir berkat indikasi membaiknya permintaan di AS dan spekulasi para pemimpin Eropa akan menyepakati solusi final atasi krisis utang.
Harga naik hingga 1,7% hari ini, melanjutkan penguatan yang mencapai lebih dari 20% dalam tiga minggu terakhir. Cadangan minyak di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman minyak jenis Light Sweet, berkurang minggu lalu, menurut hasil gambar satelit. Cadangan minyak di sana turun 760.000 barel menjadi 28,1 juta barel, hasil gambar satelit yang diambil dari Longmont, Colorado oleh Digital Globe.
Laporan hari ini diperkirakan akan menunjukkan sentimen konsumen AS meningkat bulan lalu. Indeks hasil survei Conference Board itu diperkirakan naik 46 di Oktober dari 45,4 di September. Selain itu, Badai Rina bergerak menuju Teluk Meksiko, sentra produksi minyak AS. Badai itu masuk jadi Kategori 1 kemarin dan menguat seiring pergerakannya menuju Semenanjung Yucatan di Meksiko, menurut laporan Pusat Badai National AS.
Di Eropa, para pemimpin diharapkan mengumumkan paket komprehensif yang mencakup penyelesaian masalah utang Yunani, merekapitalisasi bank dan mencegah krisis utang menyebar. Mereka akan kembali ke Brussel besok untuk pertemuan kedua, dan mereka berjanji akan mengumumkan paket komplit itu.
Pada jam 15:23 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember naik $1,53 ke $92,80 per barel. Kontrak itu sempat melonjak hingga $92,99 hari ini. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menanjak 13 sen jadi $111,58 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



