Minyak dekati $103
Jakarta, Strategydesk - Minyak rally ke level tertinggi dalam lima bulan terakhir menyusul data yang memperlihatkan cadangan minyak AS turun drastis, meski isu krisis utang Eropa masih membayangi pasar.
Energy Information Administration (EIA) semalam melaporkan cadangan minyak berkurang 1,05 juta barel minggu lalu, mendekati prediksi 1,2 juta barel. Cadangan distillate merosot 2,13 juta barel, juga dekat dengan prediksi 2,35 juta barel. Tapi cadangan bensin naik 992.000 barel, melawan prediksi 1 juta barel.
Minyak juga naik menyusul data ekonomi AS yang positif. Serangkaian data itu mengindikasikan ekonomi AS membaik, yang berarti bagus untuk prospek permintaan. Faktor lain yang mengangkat harga adalah meningkatnya kekhawatiran mengenai gangguan pasokan dari Timur Tengah dan Afrika Utara.
Pada jam 15:54 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember naik 63 sen ke $103,22 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama turun 39 sen jadi $111,49 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



