Minyak coba lanjutkan gain karena stok AS, iran
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik hari ini karena ekspektasi cadangan minyak AS turun lagi dan spekulasi sanksi atas Iran dapat mengurangi pasokan minyak dunia.
Ada ekspektasi cadangan minyak berkurang minggu lalu karena pengolah di Teluk Meksiko biasa membatasi styok menjelang akhir tahun untuk menekan biaya pajak. American Petroleum Institute (API) akan mengumumkan data cadangan malam nanti. Sedangkan versi pemerintah akan diumumkan besok malam oleh Energy Information Administration. Data API didapat dari operator atau perusahaan secara sukarela. Sedangkan pemerintah mewajibkan laporan itu dikumpulkan dalam survei mingguan. Tapi kedua data bergerak dalam satu arah 71% selama 10 tahun terakhir.
Minyak juga naik menjelang pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) di Arab Saudi membahas program nuklir Iran. Pasar mencermati perkembangan terkait Iran, menyusul serangkaian ancaman AS untuk meningkatkan sanksi atas negara itu. Kongres AS telah menyetujui legislasi untuk menambah sanksi ke Iran, melarang perusahaan asing membeli minyaknya melalui bank sentral.
Sedangkan Iran mengatakan akan menutup Selat Hormutz, yang merupakan jalur distribusi 30% output dunia, bila Barat sampai mengembargo ekspor minyaknya. Sebagian besar minyak Iran diekspor ke negara Asia seperti China, Jepang, India dan Korsel. Beberapa pakar memperkirakan harga minyak bisa naik sebesar $30-40 per barel bila sanksi sampai menghentikan pasokan dari Iran. Kenaikan harga yang terlalu tajam dianggap dapat membahayakan pemulihan ekonomi global, terutama di Eropa yang sedang terlilit krisis utang.
Pada jam 12:23 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Januari naik 46 sen ke $94,34 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk pengiriman Februari menguat 78 sen jadi $104,42 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



