Minyak bertengger di $101
Jakarta, Strategydesk - Minyak tergelincir lagi hari ini karena kekhawatiran krisis utang Eropa akan memburuk dan mengurangi permintaan. Kekhawatiran soal Eropa ini lebih besar dibandingkan kecemasan soal pasokan karena ketegangan Barat- Iran.
Minyak juga jatuh di tengah keresahan pertemuan antara Pemimpin Jerman dan Perancis tidak akan menghasilkan apapun yang dapat mencegah resesi di Eropa. Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dijadwalkan bertemu hari ini untuk membahas koordinasi fiskal di zona euro dan rencana untuk menyelamatkan ekonominya.
Surat kabar Iran kemarin mengutip komandan senior Garda Revoluasi yang mengatakan pemimpin di Teheran telah memutuskan untuk menutup Selat Hormuz bila ekspor minyak dihadang oleh sanksi AS atau Eropa. Namun para analis ragu Iran benar-benar menutup selat itu, mengingat minyaknya pun takkan bisa masuk ke pasar dan akhirnya ia kehilangan pendapatan. Mereka memandang Iran hanya menggertak.
AS baru saja memberlakukan sanksi atas bank sentral Iran dan kemampuannya menjual minyaknya, sebagai respon atas program nuklir Iran. Washington menuduh Iran ingin mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang selalu dibantah oleh Iran dengan mengatakan program nuklirnya untuk tujuan damai.
Pada jam 14:01 WIB, minyak jenis Light Sweet turun 8 sen ke $101,48 per barel, setelah sempat anjlok hingga ke $100,90. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama naik 40 sen jadi $113,46 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



