Minyak bergerak di $99
Jakarta, Strategydesk - Minyak bergerak di kisaran $99 per barel hari ini, berusaha meraih kembali level $100 setelah jatuh karena kekhawatiran krisis utang akan menghambat pertumbuhan dan permintaan energi di Eropa.
Minyak melonjak hingga $103 kemarin, tapi tergerus setelah yield obligasi Spanyol dan Perancis naik tajam. Spanyol mengumpulkan 3,6 miliar euro dalam lelang obligasi tenor 10 tahun, tapi harus memberi yield 6,97%, tertinggi sejak 1997, dari 5,43% bulan lalu. Yield obligasi Perancis juga naik, ke 3,7% dari sebelumnya 2,2%.
Pada jam 16:50 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember naik 66 sen ke $99,48 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sam naik $1,24 ke 109,46 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



