Minyak anjlok ke $73
Jakarta, Strategydesk - Minyak anjlok ke level terendah dalam 6 minggu terakhir karena data initial jobless claims AS dan manufaktur AS yang menambah kecemasan mengenai kondisi ekonomi terbesar dunia itu dan prospek permintaan energi.
Minyak, yang turun 1,8% minggu ini, jatuh setelah klaim pengangguran minggu naik ke level tertinggi sejak Nopember. Indeks Phily Fed, yang mengukur aktivitas manufaktur di kawasan Philadelphia, turun ke level terendah sejak Juli 2009.
Selain karena data ekonomi, minyak jga tertekan karena penguatan dollar AS. Data ekonomi AS yang buruk mendorong risk aversion dan pelarian ke safe haven. Ditambah lagi dengan data yang menunjukan cadangan minyak dan BBM AS mencapai level tertingginya dalam hampir 20 tahun terakhir.
Pada jam 17:12 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman September turun 75 sen ke $73,68 per barel dalam perdagangan elektronik di NYMEX. Ini merupakan level terendah sejak 13 Juli lalu.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak turun jelang data API
- Minyak turun tajam, Yunani jadi fokus
- Minyak naik, payroll dinantikan
- Data EIA tekan minyak
- Minyak diangkat Iran, data China
- Data Jepang angkat minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Keputusan the Fed dorong minyak
- Minyak sideway, di bawah $100
- Faktor Timteng Angkat Minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Minyak turun ke bawah $100
- Rencana IMF, data AS dorong minyak
- Pernyataan Iran, Saudi dongkrak minyak
- Masalah downgrade Eropa tekan laju minyak



