Minimnya katalis, IHSG konsolidasi

Tanggal August 27, 2010 / 9:09 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - IHSG kemungkinan masih dalam fase konsolidasi, terutama dengan minimnya katalis dan lesunya bursa regional.
Wall Street berakhir negatif meski data klaim pengangguran lebih baik dari prediksi. Rupanya, pelaku pasar mengantisipasi revisi angka PDB AS kuartal kedua, yang diperkirakan lebih rendah dari laporan sebelumnya.
Bursa saham Asia pun masih terkulai saat ini. Belum mampu melaju signifikan, namun kejatuhan tajam yang dialami di beberapa sesi terakhir menghalanginya untuk terbenam lebih jauh.  
IHSG kemarin kembali mencetak rekor baru, hal ini tentu mengundang minat untuk melakukan aksi ambil untung. Namun, animo investor asing terhadap saham lokal sepertinya masih tinggi, tercermin dari derasnya arus dana yang masuk.
Akhir-akhir ini, aliran dana asing memang lebih tersalurkan ke emerging markets, yang kondisi ekonominya relatif lebih baik dari negara maju.  Selain itu, emerging market cenderung menawarkan yield yang lebih menarik.
Dalam perdagangan hari ini, IHSG sepertinya masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas.
Sementara itu, saham Asia terkulai hari ini di tengah kecemasan mengenai kondisi ekonomi global, yang menghalangi investor membeli.
Pasar mewaspadai data PDB AS yang kemungkinan direvisi turun, mencerminkan perlambatan ekonomi terbesar dunia itu. Selain itu, pasar juag mengantisipasi pidato Ketua the Fed Ben Bernanke dalam pertemuan tahunan bank sentral dan pejabat keuangan di AS.
PDB AS kuartal kedua kemungkinan direvisi menjadi 1,4% dari 2,4%. Angka revisi yang lebih buruk dari prediksi bisa menekan pasar.
Pasar akan mencermati pidato Bernanke untuk mengetahui pandangannya mengenai kondisi ekonomi. Pasar juga akan mengetahui apakah Bernanke akan memberi sinyal untuk menambah stimulus moneter.
Bila Bernanke tidak memberi sinyal apapun dan hanya mengakui buruknya kondisi ekonomi AS, sentimen pasar akan semakin tertekan.
Sebelum kedua even itu, ada beberapa data ekonomi yang terjadwal hari ini, salah satunya adalah PDB Inggris kuartal kedua, yang diperkirakan tumbuh 1,1% per kuartal dan 1,8% per tahun.

Review
IHSG mampu berlabuh di zona positif meski sempat terjebak di zona merah. Setelah bergerak fluktuatif, meski dalam kisaran terbatas, IHSG berhasil mencetak rekor baru lagi.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sebenarnya dalam teritori negatif. Namun, menjelang akhir perdagangan, IHSG menanjak. Aliran dana asing dan aksi switching menjadi faktor yang menopang IHSG.
Kepercayaan investor asing terhadap kekuatan ekonomi Indonesia dan prospeknya terus mendorong aliran dana. Di sisi lain, mereka juga kecewa dengan kondisi ekonomi negara maju.
Menurut data BI, dana asing yang masuk ke pasar Indonesia mencapai Rp. 2,14 triliun, dan sebanyak Rp. 1,99 triliun masuk ke saham.
IHSG ditutup menguat 6,225 poin, atau 0,20%, di 3.145,135. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,325 poin ke 595,679. Sebanyak 114 saham menguat, 81 saham melemah dan 77 saham flat.
Secara sektoral, hanya tiga sektor yang mencatat hasil negatif, dengan keuangan turun 0,59%. Sebagian lainnya mencatat hasil positif, dipimpin oleh industri dasar yang naik 2,72%.
Volume perdagangan mencapai 8,428 miliar lembar saham dengan nilai Rp 5,307 triliun. Investor asing mencatat pembelian bersih (net buy) sebesar Rp. 37,2 miliar.

Ulasan Teknikal
IHSG

Kami masih menempatkan kisaran range hari ini sama seperti hari kemarin untuk batas atas di 3146 (Resisten 1 mingguan) dan kisaran batas bawah di 3089 (Pivot mingguan). Selama masih tertahan dibawah 3146, pola trending tertahan dan cenderung bergerak sideways, namun bila adanya dorongan yang cukup kuat untuk menembus 3146 dan ditutup diatasnya maka target 3175 -3200 sudah menunggu. Seluruh element Ichimoku masih menggambarkan IHSG berada dalam TREN NAIK SKALA KUAT meski ada aspek flat yang mulai terbentuk pada Tenkan sen (garis biru) , Oscillator Stochastic meski berada dalam formasi naik namun sudah membentuk aspek flat, mengindikasikan kekuatan naik uantuk sementara terbatas.

Trend Strength : Bullish (STRONG), kemarin : 100 %, hari ini : 100 % (Terjadinya stabilitas presentase tren naik)
 
Strategy:

Wait and see

Support : S3 : 3076.59, S2 : 3089.55, S1 : 3114.23
Pivot : 3127.19
Resistance : R1 : 3151.87, R2 : 3164.83, R3 : 3189.51

Rekomendasi
SULI

Pola white opening marubozu yang disertai dengan besarnya volume ketika terjadi breakout pada resistance falling wedge di 100, telah memberikan konfirmasi bullish reversal bagi SULI. Hal ini didukung pula dengan pergerakan moving average yang mulai bergerak uptrend. Sementara indikator stochastic dan RSI meski sudah memasuki area overbought, masih menunjukkan extend bullish. Kedua indikator tersebut masih mendukung adanya kenaikan SULI lebih lanjut. Kami melihat adanya resistance di 132, yang juga merupakan target falling wedge-nya. Jika resistance tersebut ditembus, maka kenaikan bisa berlanjut untuk menguji target Fibonacci extension 161.8% di area 150. Sedangkan ruang koreksi kemungkinan akan berkisar di area 114 – 108, yang saat ini menjadi support-nya. Rekomendasi : Buy break at resistance 132, stop breakout 127, target 150. atau Buy on support 112, stop loss breakout 108, target 127 – 132. Support : 114, 108. Resistance : 127, 132.

HMSP

Moving average yang bergerak uptrend menunjukkan bahwa secara tren HMSP masih bullish. Bullish continuation HMSP terkonfirmasi ketika terjadi breakout pada garis resistance-nya di area 19.100. Namun, target bullish yang berada di area 20.600 hampir terpenuhi. Beberapa indikator mulai memperlihat jenuh beli, dimana RSI berpeluang divergence, sementara stochastic berpotensi dead cross. Kami melihat bahwa jika harga belum mampu melakukan breakout pada resistance di 20.300, maka HMSP berpeluang terkoreksi kembali menuju support-nya di 19.400 - 19.100. Sebaliknya jika resistance ditembus, maka target bullish yang berada di 20.600 kemungkinan akan diraih. Rekomendasi : Buy on support  19.300, stop loss breakout 19.100, target 20.300. Support : 19.400, 19.100. Resistance : 20.300, 20.600.

Stock Screener


Ket : B = Buy, S = Sell, H = Hold, N = Netral

 

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account