MF Global, korban pertama krisis utang Eropa
Jakarta, Strategydesk - Krisis utang Eropa telah korban pertamanya dari Wall Street, yaitu perusahaan sekuritas yang dikelola oleh mantan Gubernur New Jersey Jon Corzine.
MF Global Holdings Ltd, yang dipimpin Corzine sejak awal tahun lalu, mengajukan perlindungan kebangkrutan kemarin. Banyak mitra bisnis yang menarik dananya karena kekhawatiran akan eksposur dengan utang Eropa, yang membuat perusahaan itu kehabisan dana.
Corzine, mantan direktur bank investasi Goldman Sachs Group Inc., memimpin MF Global di saat perusahaan itu memegang surat utang hingga $6 miliar yang diterbitkan oleh negara Eropa seperti Italia, Spanyol dan Portugal. Obligasi keempat negara itu dikenal memberi imbal hasil lebih tinggi dari obligasi AS (Treasury) karena faktor risiko.
Jumlah itu ternyata lima kali lebih besar dari modal perusahaan itu yang hanya sekitar $1 miliar. Ketika krisis utang mencapai puncaknya pada Oktober, dua lembaga rating memangkas peringkat MF Global, sembari mempertanyakan manajemen risiko di perusahaan itu mengingat besarnya posisi tersebut.
Penurunan rating itu menambah keresahan investor, yang kemudian menuntut tambahan jaminan. Tak cukup di sana, MF Global mengumumkan telah merugi selama kuartal ketiga, yang menggerus sahamnya dan membuat posisi modalnya semakin terancam.
Kasus kebangkrutan MF Global merupakan yang terbesar kedelapan dalam sejarah korporat AS, menurut lembaga riset BankruptcyData.com. Lebih besar dari kasus Chrysler LLC pada 2009 namun masih lebih kecil dibandingkan Lehman Brothers.
Kekurangan dana, perusahaan itu sempat mencari investor atau pembeli, namun tidak ada yang tertarik sampai tenggat waktu semalam. Investasi pada surat utang Eropa tidak pernah dilakukan oleh MF Global sebelum Corzine bergabung. Sebelum dipimpinnya, perusahaan itu hanyalah dealer derivatif. Corzine ingin membangun MF Global menjadi bank investasi besar.
Sampai minggu lalu, MF Global telah mencatat eksposur bersih (net exposure) $6,29 miliar utang yang diterbitkan oleh Italia, Spanyol, Belgia, Portugal dan Irlandia. Sebagai perbandingan, net exposure Morgan Stanley hanya mencapai $2,1 miliar sampai 30 September.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



