Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
Jakarta, Strategydesk - Parlemen Yunani hari ini menyetujui program penghematan demi mendapatkan bantuan finansial agar terhindar dari kebangkrutan, meski terjadi kerusuhan yang memprotes program itu.
Persetujuan itu, melalui hasil voting 199 banding 74, merupakan salah satu syarat agar Yunani bisa mendapat bailout kedua senilai 130 miliar euro, yang dibutuhkan untuk menghindari default berantakan dan keluar dari euro, skenario yang dapat mengguncang pasar global.
Penghematan itu terdiri dari pemangkasan anggaran, pemotongan upah dan pengurangan tenaga kerja di sektor publik, atau PNS. Tapi langkah ini menyulut kemarahan publik. Kerusahaan meledak setelah 10.000 pemrotes bergerak ke parlemen menentang program itu, yang akan mengurangi satu dari lima PNS dan memangkas upah minimum sebesar 20%.
Demonstran melemparkan Molotov ke parlemen dan puluhan polisi membentuk barikade mencegah mereka menerobos. Sekitar 45 bangunan hancur terbakar, termasuk gedung bersejarah, bioskop, bank dan kafetaria, dalam kerusuhan terburuk pada beberapa tahun terakhir. Aksi penjarahan pun tak terhindari. Sekitar 50 polisi terluka dan 55 demonstran dilarikan ke rumah sakit.
Tapi tidak sampai disini saja, Athena harus mendapatkan persetujuan dari para menteri keuangan zona euro, yang akan bertemu minggu ini, agar bisa mendapat bailout sebesar 130 miliar euro.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



