Meredanya gejolak di Italia & Yunani angkat minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir hari ini di tengah harapan perubahan kepemimpinan di Italia dan Yunani akan membantu Eropa mengatasi krisis utang.
Kedua negara melirik ekonom untuk menyehatkan ekonomi dan membawa mereka keluar dari jeratan utang. Yunani menunjuk Lucas Papademos, mantan wakil presiden ECB, sebagai Perdana Menteri interim. Di Italia, dukungan meluas untuk Mario Monti, mantan komisioner Eropa, untuk menggantikan Silvio Berlusconi.
Minyak juga naik di saat meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Iran. Prospek sanksi tambahan dari Barat terhadap Iran dikhawatirkan kena sektor energi. Laporan IAEA menyebutkan Iran sedang mengembangkan senjata nuklir. Laporan itu, yang dibantah oleh Iran, dianggap sebagai awal dari semakin tegangnya hubungan antara Iran dan Barat. Beberapa kalangan memperkirakan harga bisa naik signifikan bila terjadi gangguan pasokan dari Iran, yang memproduksi sekitar 3,6 juta barel per hari, atau 5% output dunia.
Pada jam 16:03 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember naik 51 sen ke $98,29 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 69 sen jadi $114,40 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



