Menjelang peluncuran kakao futures di BBJ

Tanggal December 14, 2011 / 4:59 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Menjelang perdagangan perdana “KAKAO FUTURES” di Bursa Berjangka Jakarta (JFX), volume perdagangan ICE Cocoa di bursa New York NYBOT mencatat rekor terbesar sepanjang masa, yakni 30.919 lot (12/12/2011) dan 20.909 lot (13/12/2011) dalam dua hari perdagangan terakhir. Perdagangan ‘raksasa’ tersebut sekaligus menjadi tonggak pembalikan arah (rebound) setelah mengalami koreksi tajam sebanyak 42% sejak rekor harga tertinggi ICE Cocoa $3700 pada April 2011 menjadi di bawah $2000 pada awal Desember 2011. Penurunan harga selama sebulan terakhir diprediksi bersifat sementara saja karena terjadi peralihan kontrak Kakao Futures bulan Desember ke Maret yang harus ditutup (offset) atau diselesaikan dengan cash settlement. Setelah masa transisi kontrak selesai biasanya harga komoditas kembali pada median nya atau harga rata-rata selama 1-2 tahun terakhir. Untuk memprediksi harga kita dapat melihat record volume perdagangan terbanyak atau menggunakan Technical Analysis dimana Target terdekat (3-6 bulan) berada pada harga $2800-$3000 dengan kecenderungan menguat.

Untung Cepat dan Mudah dari Trading Kakao
Jika Anda bertanya pada para investor “Bagaimana cara cepat dan mudah untuk mendapat keuntungan?” Sebagian besar mungkin akan menyarankan agar Anda berinvestasi pada saham, karena saat ini instrument investasi yang menawarkan peluang gain maksimal adalah bursa saham. Padahal, ada peluang investasi dalam perdagangan komoditi yang menawarkan potensi gain lebih menjanjikan dengan menggunakan fasilitas margin (leverage) yang jauh lebih fleksibel daripada perdagangan saham.
Hari ini, 15 Desember 2011 kita semua sudah dapat melakukan perdagangan berjangka kakao melalui Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX). Sebagai produsen kakao terbesar ketiga dunia setelah Pantai Gading dan Ghana, penting bagi Indonesia untuk memiliki pasar kakao sendiri disamping Bursa New York (NYBOT) dan Bursa London (LIFFE) yang sudah lama berjalan. Sebab menilai dari ketersediaan lahan Indonesia, dalam lima tahun ke depan kita berpotensi untuk menyalip volume produksi kedua pemain raksasa tersebut.

Jadi bagaimana cara mendapat keuntungan dari perdagangan kakao? “buy low-sell high” itu prinsipnya para investor dan trader saham. Strategi yang sama dapat digunakan dalam perdagangan kakao, para investor mendapat untung/rugi (gain/loss) dari selisih harga jual dan beli komoditas kakao di Bursa Berjangka Jakarta. Lalu bagaimana jika harga kakao turun? Nah, disini letak kelebihan perdagangan berjangka (Futures Trading), metode “two way trade” yang dipakai para forex/ index trader berlaku juga pada “Kakao Futures”. Jika investor merasa harga akan turun maka dapat mengambil posisi “short”atau “open-sell” then “buy-close”. Posisi short-sell akan menjadi keuntungan apabila harga terbukti turun dan sebaliknya akan menjadi kerugian jika prediksi “bearish” ternyata salah dan harga malah kembali menguat.

Harga Cocoa ICE 2006-2011 Long Term Bullish
Secara historical, harga kakao di ICE (Intercontinental Exchange) sejak tahun 2006 hingga 2001 telah naik dari $1500 hingga puncaknya $3700 per ton atau 147 % di bulan April 2011. Apabila para trader mampu memprediksi trend dengan baik dan mengambil posisi beli/ jual pada waktu yang tepat maka pergerakkan harga tersebut bisa jadi sangat menguntungkan. Namun sebaliknya, mengambil posisi yang salah apabila menggunakan fasilitas margin (hutang) yang berlebihan akan mengakibatkan kerugian dalam jumlah besar.
Kenaikkan harga terbesar dalam periode lima tahun terakhir terjadi pada saat booming harga minyak di tahun 2008 dimana minyak mencatat rekor tertinggi di $140 per barrel. Pada bulan Juli 2008 harga kakao telah mencapai rekor $3200 sebelum turun kembali ke $2000 pada November 2008. Jika harga diantisipasi akan menurun, para trader dapat mengambil posisi jual atau “open-sell” ketika harga di atas “sell-high” dengan harapan dapat menutup posisi “buy-close” ketika harga turun “buy-low”.

Contoh Menghitung Profit/ Loss:
Beli 1 lot (5 ton) kakao di harga Rp. 20.000,-
Setelah membuka posisi beli maka ada kemungkinan harga naik/ turun:
Harga Naik:  Rp. 20.500,-
Profit: (20.500-20.000)*5000 = Rp. 2.500.000,-
Harga Turun: Rp. 19.500,-
Loss = (19.500-20.000)*5000 = Rp. 2.500.000,-

Kontrak Berjangka Awalnya Berfungsi untuk Hedging
Kontrak berjangka kakao (futures contract) adalah kontrak beli atau jual atas komoditi kakao untuk penyerahan di masa depan . Pada hakekatnya fungsi kontrak berjangka adalah sebagai lindung nilai atau ‘hedging’ apabila harga yang berlaku saat ini dirasa kurang menguntungkan oleh para produsen atau pedagang untuk melakukan transaksi jual atau beli secara fisik. Misalkan harga saat ini jatuh terlalu dalam dari rekor tertinggi $3700 pada bulan April lalu menjadi $2250 bulan Desember. Para petani merasa harga jualnya terlalu rendah, maka ia dapat membeli kontrak berjangka di futures market. Jika pada bulan Januari harga kakao mencapai $2350 maka petani tersebut mendapat keuntungan $100 dengan menjual kontrak berjangka yang dibeli pada harga $2250. Sementara di sisi fisik ia merugi $100 karena menjual sebulan lebih awal di harga yang rendah, namun kerugian ini tergantikan dengan keuntungan dari menjual
kontrak berjangka miliknya.
Sebaliknya, anggap saja harga kakao saat ini sedang melambung tinggi di $3500, maka para pedagang dan pengolah kakao dapat mengambil posisi jual (open-sell) di bursa berjangka dan membeli kembali (buy-close) apabila harga kakao turun kembali ke $3300, misalnya.

Leverage Your Profit/ Loss
Margin Trading adalah fasilitas pinjaman (hutang) yang diberikan pialang pada nasabahnya agar leluasa untuk bertransaksi dengan jumlah melebihi besarnya modal disetor. Pada umumnya pialang berjangka mensyaratkan collateral (jaminan) sangat minimal sekitar 5%-10% dari total transaksi yang dilakukan. Fasilitas pinjaman ini seringkali dianggap terlalu mudah sehingga banyak nasabah menggunakan hutang terlampau besar melebihi kemampuan finansialnya. Dalam posisi menang, margin trading dapat membuat anda merasa menjadi raja, namun ketika posisi kalah bukan saja berpotensi mengikis deposit anda, malah terkadang nasabah harus menanggung hutang.

Antisipasi Kerugian (Stop Loss)
Stop Loss atau Cut Loss adalah teknik yang lazim digunakan oleh para trader saham, forex/ index hingga pemain komoditi. Stop Loss adalah “jual-rugi sekarang” atau likudasi untuk mencegah posisi merugi menjadi semakin membesar. Besarnya Stop Loss berkisar antara 5% - 10% atau ditentukan oleh masing-masing individu tergantung daya tahan finansial apabila tidak ingin menahan portofilio-loss (floating-loss) terlalu lama.

Proyeksi Harga

 

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account