Masuk akhir tahun, euro masih rentan
Jakarta, Strategydesk - Euro masih terjebak dalam posisi yang sama seperti dua sesi sebelumnya, dalam perdagangan di Asia hari ini pasca liburan Natal.
Euro diperkirakan masih dalam posisi rentan dan defensif di minggu terakhir 2011. Tapi, sepinya even di Eropa dan kondisi perdagangan yang sepi bisa membuat euro terjebak dalam range akhir-akhir ini. Selama dua minggu terakhir, euro bergerak dalam kisaran $1,29-$1,31. Euro akan mengakhiri tahun ini seperti memulainya, digoyang oleh masalah seputar krisis utang Eropa dengan bertahan di support yang rapuh.
Tekanan jual sudah berkurang pada obligasi Spanyol dan Italia, untuk sementara, meski kondisi pasar yang sepi dapat memperbesar pergerakan pada dua arah. Kedua negara masih menjadi kandidat downgrade, seperti Jerman dan Perancis, yang merupakan duo ekonomi terbesar Eropa, risiko yang akan terus memberi tekanan ke euro.
Setelah ECB menawarkan 490 miliar euro ke 523 bank minggu lalu, para analis akan mengamati tanda-tanda likuiditas segar itu digunakan untuk membeli surat utang di pasar obligasi yang sedang bergejolak itu. Mereka juga akan pemerintah Spanyol mengumumkan perubahan paket ekonomi yang dirancang untuk mengurangi kecemasan mengenai kondisi keuangannya.
Memang, yield obligasi tenor 10 tahun milik Italia kembaki ke 7% akhir pekan lalu, dari 6%. Yield obligasi 10 tahun Spanyol juga naik, tapi hanya di 5,30%. Nasib Italia dan Spanyol sulit dipisahkan, dan penting bagi pergerakan euro dalam jangka pendek. Salah atu barometer sentimen pasar akan datang besok, ketika Italia menjual 5-8,5 miliar euro obligasi tiga tahun.
Pasar juga mewaspadai ancaman penurunan rating dari Moody’s Investor Service atau Standard & Poor’s. Kedua lembaga itu menempatkan rating negara zona euro dalam evaluasi. Perancis dipandang rentan kehilangan rating AAA-nya. Minggu ini, ekonomi terbesar kedua Eropa itu akan mengumumkan rasio utang terhadap PDB-nya, yang diperkirakan melebihi 85%.
Pasar menantikan apa yang akan dilakukan lembaga rating. Hasilnya kemungkinan akan diumumkan dalam dua minggu ini. Pertanyaan yang ada di benak investor adalah, apakah Jerman kena downgrade, dan apakah Perancis kehilangan satu atau dua tingkat?
Fokus pasar hari ini adalah serangkaian data dari AS, antara lain sentimen konsumen versi Conference Board, indeks manufaktur Richmond dan Dallas. Sentimen konsumen AS diperkirakan naik ke 58,5 selama Desember dari 56 di Nopember. Indeks manufaktur Richmond diperkirakan naik ke 5 di bulan ini dari 0 bulan lalu. Data yang bagus berpeluang meningkatkan risk appetite, yang positif untuk mata uang seperti euro. Tapi seperti yang telah disebutkan, potensi penguatannya terbatas.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (21 Mei 2012)
- Euro rally, untuk sementara
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (18 Mei 2012)
- Krisis Yunani & Spanyol terus tekan euro
- Euro rebound, tapi masih rentan
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (16 Mei 2012)
- Krisis Yunani memburuk, euro terpuruk
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (15 Mei 2012)
- Kisruh politik Yunani masih bebani euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (14 Mei 2012)
- Yunani makin goyang, euro terguncang
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (11 Mei 2012)
- Euro dibayangi krisis Yunani & Spanyol
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (10 Mei 2012)
- Euro masih merana, aussie melesat



