Masih Ada Harapan, Euro Bertahan
Jakarta, Strategydesk - Euro tak mampu banyak gerak di tengah ketidakpastian seputar pembicaraan restrukturisasi utang Yunani, tapi namun relatif bertahan karena masih ada harapan resolusi akan dapat dicapai sebelum negara itu default.
Euro sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga minggu terakhir kemarin berkat data yang mengindikasikan zona euro masih bisa menghindari resesi berkat bangkitnya sektor jasa dan membaiknya sektor manufaktur. Euro menggapai $1,3062, sebelum jatuh sampai $1,2997. Para trader menyebutkan aksi jual oleh hedge fund sebagai penyebab kejatuhan itu.
Indeks PMI manufaktur Jerman untuk Januari naik ke 50,9 dari 48,4 di Desember. Ini berarti sektor tersebut kembali tumbuh. Sedangkan indeks PMI jasa Jerman naik ke 54,5 dari 52,5. Sedangkan indeks PMI manufaktur zona euro naik ke 48,7 dari 46,9 dan sektor jasa naik ke 50,5 dari 48,8.
Menurut analis, data PMI itu memang membantu, tapi pasar saat ini bukan memperhatikan prospek pertumbuhan zona euro. Pasar kini sedang khawatir mengenai implikasi struktural krisis utang dan terfokus pada perkembangan soal Yunani. Ketidakpastian mengenai kemampuan Yunani menghindari default berantakan memang masih membayangi pasar. Tapi masih ada harapan kesepakatan akan tercapai antara Yunani dan kreditor terkait bunga obligasi baru pengganti obligasi lama.
Para kreditor mengatakan bunga 4% adalah jumlah yang harus mereka terima bila mesti menghapus huang Yunani 50%. Meski belum mencapai kesepakatan, pernyataan dari pejabat Eropa mengindikasikan ada poin-poin yang sudah dipahami kedua belah pihak. Institute of International Finance (IIF), yang para mewakili kreditor Yunani, mengatakan negosiasi akan dilanjutkan hari ini.
Sembafri mencermati perkembangan dari Yunani, pasar menantikan data indeks sentimen bisnis Jerman hasil survei Ifo. Indeks ini diperkirakan naik ke 107,5 di Januari dari 107,2 di Desember, angka yang lebih baik dari prediksi bisa memberi dorongan ke euro.
Mengenai mata uang lain, sterling berhasil menggapai level tertinggi dalam tiga minggu terakhir meski data menunjukkan total utang publik Inggris menembus 1 triliun pound sampai Desember. Data Inggris terjadwal hari ini adalah PDB kuartal keempat 2011, yang diperkirakan akan memperlihatkan kontraksi 0,1% per kuartal namun tumbuh 0,8% per tahun.
Sementara itu, yen melemah ke level terendah dalam sebulan terakhir di 77,97 per dollar. Banyak yang terkejut dengan pelemahan tajam ini. Yen juga melemah terhadap euro, sterling dan aussie. Para analis mengatakan pergerakan yield Treasury AS dan aktivitas hedge fund bisa menjadi penyebabnya. Ada juga spekulasi investor Jepang mulai menjual yen dan membeli aset luar. Sempat juga muncul spekulasi intervensi, tapi hal itu hanya bisa terjadi bila yen sampai terlalu tinggi atau mendekati rekor.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (21 Mei 2012)
- Euro rally, untuk sementara
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (18 Mei 2012)
- Krisis Yunani & Spanyol terus tekan euro
- Euro rebound, tapi masih rentan
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (16 Mei 2012)
- Krisis Yunani memburuk, euro terpuruk
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (15 Mei 2012)
- Kisruh politik Yunani masih bebani euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (14 Mei 2012)
- Yunani makin goyang, euro terguncang
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (11 Mei 2012)
- Euro dibayangi krisis Yunani & Spanyol
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (10 Mei 2012)
- Euro masih merana, aussie melesat



