Masalah downgrade Eropa tekan laju minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik hari ini di tengah kekhawatiran ketegangan di Timur Tengah dapat mengurangi pasokan, tapi laju harga terhambat oleh keresahan soal penurunan rating beberapa negara Eropa.
Kekhawatiran soal pasokan muncul di tengah-tengah ketegangan terkait program nuklir Iran dan aksi mogok di Nigeria. Iran baru saja mengeluarkan peringatan ke negara Teluk akan konsekuensi bila mereka mendukung sanksi atasnya dengan menambah output untuk mengganti minyaknya yang diembargo Eropa.
Di Nigeria, pembicaraan antara serikat buruh dan Presiden Goodluck Jonathan gagal mengakhiri aksi mogok yang sudah berlangsung seminggu. Publik marah dengan keputusan pemerintah mencabut subsidi BBM. Pegawai negeri turut mogok minggu lalu, tapi mengurungkan ancaman mereka menutup produksi minyak.
Menurut analis, ketidakpastian dari Timur Tengah masih memberi support ke harga, tapi masalah Eropa kembali menjadi penghadang. S&P mencopot Perancis dari rating topnya, dan memangkas delapan negara lainnya, menambah kekhawatiran gejolak finansial di Eropa bisa memburuk. Negara lainnya yang juga diturunkan satu tingkat adalah Austria, Malta, Slovakia dan Slovenia.
S&P memberi berita lebih buruk ke Italia, Spanyol, Siprus dan Portugal, dengan diturunkan dua peringkat. Downgrade ini membawa Siprus dan Portugal ke status junk, yang sudah ditempati oleh Yunani. Sedangkan negara yang tidak terkena downgrade, kali ini, antara lain Jerman, Belgia, Irlandia, Finlandia, Belanda, Luksemburg dan Estonia.
Pada jam 14:12 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari naik 58 sen ke $99,28 per barel. Kontrak itu merosot ke $98,70 akhir pekan lalu. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 75 sen jadi $111,19 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



