Manufaktur China masih membaik
Jakarta, Strategydesk - Aktivitas manufaktur China terus membaik di Januari, meski permintaan ekspor tetap lesu di tengah gejolak ekonomi global.
Indeks PMI sektor manufaktur naik ke 50,5 di bulan itu, naik dari 50,3 di Desember, menurut data dari China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP) hari ini. Sektor manufaktur terus membaik, setelah kontraksi untuk pertama kalinya dalam 33 bulan terakhir pada Nopember lalu, ketika indeks melorot ke 49. Angka di atas 50 menandakan pertumbuhan, di bawah itu berarti kontraksi.
Perbaikan ini datang meski ekonomi China terindikasi melambat di tengah krisis utang Eropa dan masih lesunya pertumbuhan AS, yang mempengaruhi kinerja ekonomi terbesar kedua dunia itu. Ekonomi China tumbuhn 9,2% tahun lalu, melambat dari 10,4% di 2010, dan banyak proyeksi menyebut tahun ini PDB tumbuh antara 8,0% dan 8,5%.
Tapi perlambatan ekspor yang semakin besar dapat menjadi bahaya bagi ekonomi China. Laporan itu juga menunjukkan sub-indeks permintaan ekspor (export order) turun ke 46,9 di Januari dari 48,6 di Desember. Perubahan faktor eksternal dianggap dapat berdampak besar bagi kinerja ekonomi.
Namun, para analis sepakat angka terbaru ini masih menunjukkan China hanya menuju soft landing. Data itu mengindikasikan sektor manufaktur kembali stabil dan mengurangi kemungkinan ekonomi mengalami hard landing. Meski demikian, data ini tidak akan mengubah rencana Beijing untuk melakukan pelonggaran lebih lanjut. Perdana Menteri Wen Jiabao mengatakan pemerintah akan terus meredam sektor properti dan menyesuaikan kebijakannya bila diperlukan.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



