Mantan pejabat the Fed dukung QE 3
Jakarta, Strategydesk - Ekonomi AS menghadapi ancaman resesi dan the Fed perlu mempertimbangkan opsi menghidupkan kembali program pembelian aset untuk mengatasinya, menurut tiga mantan pejabatnya.
Dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Donald Kohn, Vincent Reinhart dan Brian Madigan, memperkirakan kemungkinan 20% sampai 40% kontraksi ekonomi baru. Madigan dan Kohn mengatakan the Fed perlu mempertimbangkan pembelian obligasi jilid ketiga hanya bila inflasi melambat dari level saat ini dan ekonomi terus memburuk. Tapi mereka memperingatkan program itu, yang disebut Quantitative Easing (QE) 3, bukanlah penyembuh utama.
Madigan mengatakan program QE 2 yang bernilai $600 miliar dan berakhir Juni lalu tidak banyak berdampak ke ekonomi. Pembelian sebesar itu hanya sedikit membantu,” katanya. Sedangkan Kohn, yang mengatakan probabilitas resesi baru terjadi menyusul resesi 2008 adalah 20%, masih memandang perlambatan ekonomi di semester pertama hanya karena faktor musiman seperti kenaikan harga pangan dan energi dan dampak gempa Jepang. Tapi ia mulai kehilangan keyakinan itu.
Kekhawatiran akan terjadinya resesi lagi menghantam pasar keuangan global dan membawa saham AS jatuh untuk 9 sesi berturut-turut menyusul serangkaian data ekonomi AS yang buruk, seperti personal spending. Para ekonom juga memangkas proyeksi PDB AS setelah data memperlihat ekonomi tumbuh di bawah 1% selama semester pertama.
Kohn mengatakan the Fed masih punya opsi untuk membantu ekonomi, tapi terbatas. Ia berharap the Fed, yang menggelar rapat reguler 9 Agustus nanti, akan wait-and-see dan mengevaluasi apakah pemulihan muali tersendat, sebelum mengambil tindakan. Bila seperti itu, dan inflasi juga turun, maka pembelian aset perlu dipertimbangkan.
Ketua the Fed Ben Bernanke pernah mengatakan ke Kongres bulan lalu bahwa ia siap bertindak bila ekonomi terus lesu. Tapi ia juga menyebutkan, untuk melaksanakan pembelian aset, the Fed harus melihat adanya ancaman deflasi. Meski ada tanda-tanda inflasi melambat, angkanya masih tetap di atas target the Fed 2%.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



